RAGAM  

Spirit Musycab

Baharuddin Asaan (Akademisi)

WARTAMU.ID, Suara Pembaca – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Musycab) sukses dilaksanakan pada dua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) yakni PCM dan PCA Baraka dan Banti.

Terlaksananya perhelatan Musycab ini tidak terlepas dari peran serta multi pihak yang terus bergerak mempersiapkan pelaksanaan hajatan ini sejak satu bulan terakhir. Dibawa kendali Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Enrekang serta Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) yang terus membangun koordinasi dan konsolidasi internal dengan PCM dan PCA akhirnya membuahkan titik temu perihal urgensi dilaksanakannya Musycab.

Atas persepsi dan orientasi PDM dengan LPCR-PM yang sudah satu frekuensi, pelaksanaan Musycab akhirnya sukses digelar sesuai rencana tanpa ada hambatan berarti. Antusias warga dan simpatisan Muhammadiyah pun sangat menggembirakan. Mereka datang berbondong-bondong menghadari acara Pembukaan, Sidang Komisi hingga Penutupan Musycab.

Musycab PCM dan PCA Baraka Ke-VII diselenggarakan di Gedung SRADP Baraka (Samping Kantor Kecamatan Baraka) dan Musycab PCM dan PCA Banti Ke-VI dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas Loka dan SMKN 6 Enrekang sukses menghimpun dan memompa semangat seluruh warga persyarikatan untuk kembali menghidupkan nilai-nilai Keislaman melalui wadah Muhammadiyah.

Musycab Berkemajuan

Musycab PCM dan PCA di Baraka dan Banti menorehkan sejarah baru dimana mekanisme Musycab sudah dilakukan lebih tertib dari pelaksanaan Musycab periode sebelumnya. Menurut Ketua PCM Banti Periode 2015-2022, Drs. Badaruddin perhelatan Musycab sebelum – sebelumnya dilakukan dengan sangat sederhana. “Diawali dengan pengajian Keislaman dan setelah itu dilanjutkan dengan bincang-bincang santai lalu kemudian dilanjutkan dengan pemilihan pengurus dengan sistem tunjuk”.

Sistem itu berlangsung sejak Musycab pertama hingga Musycab kelima. Namun di Musycab keenam ini, sistemnya sudah lebih matang dan lebih tertib sebagaimana aturan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.
Diawali dengan Pembukaan, Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban dan Tanggapan Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Sidang Komisi hingga Pemilihan Pengurus secara demokratis. “Ini adalah terobosan baru sekaligus wujud dari implementasi Muhammadiyah yang Berkemajuan meskipun ini bagian kecilnya.”

BACA JUGA :  Era Baru PWI Kita

Memasuki Abad Kedua ini, Muhammadiyah memang mengusung tagline Islam Berkemajuan. Salah satu wujud pengejawantahan atas konsep “Islam Berkemajuan” yang dikembangkan Muhammadiyah yakni menata dan menertibkan pengelolaan keorganisasian dengan menggunakan sistem yang modern, transparan dan akuntabel.

Meskipun pengurus PCM dan PCA Baraka dan Banti sempat lambat respon (slow respon) atas imbauan PDM Enrekang untuk segera menyelenggarakan Musycab akibat adanya kesibukan lain oleh para pengurus PCM dan PCA namun dengan optimalnya koordinasi dan konsolidasi LPCR-PM dengan PCM dan PCA akhirnya pelaksanaan Musycab dapat terwujud dan menghasilkan regenerasi kepemimpinan yang kompeten, energik dan visioner serta didominasi oleh generasi milenial. (*)

Oleh : Baharuddin Asaan

Akademisi

Artikel ini merupakan kiriman pembaca wartamu.id. (Terimakasih – Redaksi)