Pemberdayaan Perempuan Sebagai Tulang Punggung Perekonomian

Argya Rakha Saskara, Ananda Chelvin Nurdiyanto, Nadya Putri Arini, Nofa Suci Agustina, dan Venny Wulansari

WARTAMU.ID, Suara Pembaca – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menjadi wadah bagi para mahasiswa menyalurkan berbagai macam kegiatan positif pada  masyarakat. PMM sendiri bertujuan untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya yang dilakukan oleh kelompok 33 gelombang 2, 13 Agustus 2023. Dengan Dosen Pembimbing Lapangan Fika Fitriasari, SE., MM. yang beranggotakan Argya Rakha Saskara, Ananda Chelvin Nurdiyanto, Nadya Putri Arini, Nofa Suci Agustina, dan Venny Wulansari.

PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) yang Tengah diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang menjadi wadah bagi para akademisi muda bangsa untuk dapat membaca secara langsung gejala sosial yang terjadi ditengah Masyarakat dan mengajarkan kepada akademisi muda untuk belajar menjadi pribadi yang problem solver dalam menangani sesuatu keresahan di tengah masyarakat.

Dalam hal ini, PMM Kelompok 33 Gelombang 2 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Fika Fitriasari, SE., MM. yang beranggotakan Argya Rakha Saskara, Ananda Chelvin Nurdiyanto, Nadya Putri Arini, Nofa Suci Agustina, dan Venny Wulansari, terjun langsung ke Desa Ngenep, Karangploso, Kabupaten Malang untuk mengabdikan diri ke Masyarakat secara langsung. Dalam pengabdian ini, PMM Kelompok 33 Gelombang 2 menemui sebuah masalah klasik yang terjadi di Tengah Masyarakat Indonesia umumnya dan Desa Ngenep khususnya, yakni peran perempuan yang seringkali teracuhkan.

PMM Kelompok 33 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang

Perempuan merupakan sesosok makhluk Tuhan yang serba bisa. Hal itu dibuktikan dengan berbagai peranan seorang perempuan dalam kehidupan sehari hari, misalnya memasak, mengepel, merawat anak, menyapu, dan bahkan bekerja. Namun, peran perempuan seringkali teracuhkan zaman karena kehidupan masyarakat Indonesia yang kental akan budaya patriarkis.

Perempuan sebenarnya memiliki potensial kekuatan yang luar biasa di dalam dirinya, bahkan sebenarnya perempuan bisa menjadi digdaya apabila ia mampu menggunakan innepower dengan sebaik mungkin. Sebagai bukti dan aktualisasi mengenai innerpower yang terkandung dalam diri perempuan, PMM Kelompok 33 Gelombang 2 dengan membersamai ibu-ibu PKK Karangploso View melakukan pemberdayaan untuk sama-sama membuat sebuah produk yang nggak bikin ribet dan pastinya bernilai ekonomis tinggi. Eco-Enzyme menjadi produk yang dipilih oleh kami untuk jadikan produk. Dengan bahan dasar sampah kulit buah, molase, gula merah, dan juga air, kami Bersama-sama membuat Eco-Enzyme.

PMM Kelompok 33 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang

Produk Eco-Enzyme ini sangat cocok diijadikan bisnis rumahan oleh ibu-ibu rumah tangga dan sekaligus menjadi bukti bahwa perempuan juga bisa menjadi tulang punggung ekonomi.

BACA JUGA :  Mahasiswa PMM UMM Adakan Lomba Edukasi dengan Metode Role Playing