WARTAMU.ID, PIDIE – Ketua Pemuda Muhammadiyah Aceh, Zul Hafiyan, secara resmi membuka Musyawarah Pemuda Muhammadiyah (Musyda) Pidie yang ke-V. Acara tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Juni 2024, di Aula Masjid Taqwa Muhammadiyah Pidie.
Acara pembukaan Musyda V ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bendahara Umum Yoshanda Yosya, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sudarliadi, Wakil Sekretaris Bidang Pertahanan Rizki Maulizar, serta Demisioner Ketua PDPM Pidie yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Rumah Sakit Fauziyah Bireuen, Ns. Mirzal Tawi, S.Kep., MKM. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Polres Pidie, Kodim 0102, Kemenag Pidie, Pimpinan Daerah Aisyiyah, ortom, dan Amal Usaha Muhammadiyah.
Ketua Panitia, Iskandar, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya Musyda V ini. “Terima kasih atas kebersamaan selama ini. Semoga Pemuda Muhammadiyah Pidie melalui Musyda ini dapat memilih pemimpin yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Aceh, Zul Hafiyan, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga dan menyempurnakan persyarikatan Muhammadiyah. “Pemuda Muhammadiyah yang hadir dan mengikuti Musda ini adalah para pemuda terpilih sebagai pelangsung, penyempurna, dan penjaga persyarikatan,” tuturnya.
Zul Hafiyan juga menjelaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah memiliki empat pilar utama: Pilar Islam Kemajuan, Pilar Keilmuan dan Intelektual, Pilar Politik Kebangsaan, dan Pilar Kemandirian melalui Kewirausahaan Mandiri dan Ekonomi. Ia juga menyinggung mengenai kontestasi politik menjelang pilkada, dengan mendorong pemuda Muhammadiyah untuk aktif dalam memberikan pandangan dan gagasan kepada calon pemimpin daerah.
“Harapan saya kepada pemuda Muhammadiyah, silakan gelar diskusi untuk para calon pemimpin daerah. Kalau perlu, buatkan forum, undang ke Muhammadiyah untuk uji publik. Sampaikan ide, pandangan, dan gagasan-gagasan kita. Inilah yang kita inginkan dari Pemuda Muhammadiyah untuk periode ke depan,” tambah Zul Hafiyan.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Pidie, Herryzal, juga memberikan pernyataan mengenai keberhasilan berbagai program selama masa kepengurusannya. “Kami berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah diraih,” katanya.
Pimpinan Muhammadiyah Pidie, Ustadz Zulfikar Yusuf, menyampaikan bahwa Musyda ini adalah ajang untuk memilih pemimpin yang amanah dan mampu membawa Pemuda Muhammadiyah Pidie ke arah yang lebih baik. “Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah kita,” ujarnya.
Dalam Musyda kali ini, Afdhalul Rahman, S.T, terpilih sebagai Ketua, M. Nur Fikram, S.Ag sebagai Sekretaris, dan Safwanda, S.Pd.I sebagai Bendahara Pemuda Muhammadiyah Pidie periode 2023-2027. Pemilihan formatur berlangsung dengan sistem E-Vote yang transparan dan demokratis.
Ketua terpilih, Afdhalul Rahman, S.T, dalam pernyataannya menyatakan komitmennya untuk membawa Pemuda Muhammadiyah Pidie menjadi organisasi yang lebih maju dan berdaya saing. “Kami akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan berakhirnya Musyda ini, diharapkan Pemuda Muhammadiyah Pidie dapat terus berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.












