Jadilah Kreator Muhammadiyah

Ilustrasi

WARTAMU.ID, Humaniora – Profesi baru di era digital menjadi salah satu bidang yang akan eksis baik sebagai admin sosial media, konten kreator, influencer, affiliator, dropsiper maupun lainnya. Era di mana menggunakan aplikasi sosmed baik whatsapp, Facebook, YouTube, X Twitter, Instagram, Threads dan tiktok mulai menjadi ruang baru dalam dunia kerja saat ini. Dengan aplikasi tersebut juga dapat menghasilkan uang sebagai pendapatan yang setiap kreator berbeda-beda tingkatan level kemampuannya. Sehingga era digital ini membuat sebahagian memilih sebagai kreator dan sebagian lainnya memilih hanya menjadi netizen, penikmat sosmed dan sekedar alat hiburan semata. Terlepas dari itu semua, tentu ada sisi positif maupun sisi negatif dan itu tergantung pada setiap orang dalam memainkan perannya di sosial media. Termasuk yang sedang bekerja, berjualan, berbagi kisah, beriklan, berbisnis, berteman, sampai pada bertengkar, berdebat, maupun aktivitas lainnya di sosial media yang itu sesuai dengan algoritma masing-masing pengguna akun tersebut.

Di Muhammadiyah sendiri belum memiliki banyak kreator yang dapat membangun sebuah topik menjadi viral, booming, FYP dan hangat baik dalam waktu sehari, seminggu apalagi sebulan. Bilapun ada umumnya karena berita media atau kreator non Muhammadiyah yang membuat konten tentang Muhammadiyah, kemudian disambut para kreator Muhammadiyah kultural yang bekerja tanpa fasilitas persyarikatan ataupun AUM. Menjadi kreator itu tidaklah mudah dan bahkan tidaklah murah, namun bila berhasil maka sumber keuntungan pendapatan pun bisa berlimpah ruah dari berbagai banyak jalur termasuk monetisasi, iklan, endorsement, sampai pada bisnis digital maupun kelas mentoring bisnis. Padahal menjadi kreator itu bisa dipelajari secara manual, otodidak dan apalagi bila dari jurusan perkuliahan yang tidak jauh dari dunia informasi, teknologi, komunikasi, digital dan sejenisnya. Selain itu, jga dapat memperluas jangkauan dalam mensosialisasikan maupun mengkampanyekan Muhammadiyah sesuai dengan konteks zamannya. Hal ini sebagai jalan dalam syiar Muhammadiyah kontemporer, sehingga perlu adanya modal kemampuan digital khususnya dalam menggunakan sosial media sebagai konten kreator nya.

Jadilah kreator Muhammadiyah meskipun pengikut masih sedikit, walaupun belum profesional, meskipun belum bisa monetisasi konten, walaupun sekedar inisiatif sendiri, meskipun tidak mendapat akses dari AUM, walaupun hanya sebagai warga kultural, dan meskipun tidak mendapat banyak perhatian oleh para pimpinan Muhammadiyah sendiri. Sejatinya para konten kreator Muhammadiyah adalah para pejuang sosial media yang ikut serta mensosialisasikan, mengiklankan, mengalgoritmakan, dan menyebar luaskan konten-konten Muhammadiyah baik dari media official pusat, wilayah, daerah maupun AUM tertentu yang memiliki anggaran belanja dalam media informasi maupun pemasaran. Menjadi kreator Muhammadiyah juga tidak selamanya enak, sebab bisa mengalami kesehatan mental yang buruk menghadapai para buzzer robot, komentator tak berotak, pendukung fanatis yang menggila, serta serangan hacker atau segala ancaman cyber lainnya oleh pihak-pihak tertentu. Jadilah kreator Muhammadiyah yang ikhlas dan konsisten dalam membuat materi konten atau hanya sekedar repost dengan memposting ulang juga memposting kembali konten lama agar tetap hidup menyala. Beberapa orang memang masih banyak yang memandang sebelah mata konten kreator Muhammadiyah, tapi sejatinya dia tidak tahu bahwa ini menjadi profesi baru yang bila secara profesional bisa mengalahkan ASN jenis apapun untuk level tertingginya. Itulah pentingnya merangkul juga mengumpulkan para konten kreator Muhammadiyah untuk bisa mendukung eksistensi Muhammadiyah di ruang sosial media agar bisa viral, booming dan FYP tentunya.

BACA JUGA :  Selangkah Maju di Atas Telunjuk yang Mulia: IPM Menempa Generasi Muda Bangsa”

Menjadi konten kreator juga tidaklah mudah, apalagi bila sampai pada level profesional yang juga sekaligus dapat menghasilkan pemasukan besar dari setiap konten yang ada di sosial media. Termasuk menjadi kreator Muhammadiyah secara sukarela maupun jalur inisiatif sendiri, tidak semua bisa, tidak semua mau dan tidak semua sanggup melakukan nya. Minimal menjadi konten kreator Muhammadiyah yang melakukan repost atau reupload kembali konten yang sudah ada melakui akun official persyarikatan maupun AUM yang dilakukan oleh pekerja profesional bayarannya. Kemudian posting kembali ke semua grup sosial media yang ada untuk mendapatkan viewers atau penonton, untuk mendapatakan followers atau pengikut dan untuk mendapatkan like atau tanda suka pada setiap konten serta untuk mendapatkan benefit berupa bintang atau give atau saweran sejenisnya. Sebenarnya banyak angkatan muda Muhammadiyah yang kreatif, hanya saja tidak mendapat jalan maupun tempat sehingga dilakukan secara individu Masing-masing sesuai keinginan.

Jadilah kreator Muhammadiyah yang iii5 serta membantu mempopulerkan persyarikatan ini agar sampai kepada seluruh khalayak dan netizen, sehingga tidak ada informasi simpang siur tentang Muhammadiyah. Walaupun bukan kreator Muhammadiyah yang dipekerjakan, bukan bagian dari AUM dan bukan pula menjadi perhatian para pimpinan, tapi tetap memberikan kontribusi kecil di dunia sosial media maupun digital. Pada dasarnya siapa pun itu ketika bermuhammadiyah, semua akan kembali pada kepentingan sendiri, kepentingan kelompok dan kepentingan sesama kolega sejalur sefrekuensi meskipun dengan atas nama Muhammadiyah. Selama kepentingan bermuhammadiyah di jalan yang benar dan sesuai ideologi Muhammadiyah, maka siapapun bisa berkontribusi selama memang tidak melanggar syariat Islam dan tidak menyalahi ciri khas persyarikatan Muhammadiyah tentunya. Siapapun bisa menjadi kreator Muhammadiyah baik itu guru, staf, dosen, buruh, petani, pedagang, kontraktor, teknisi, tukang, dan lain-lain. Yang jelas jadilah kreator Muhammadiyah yang objektif, progresif dan konstruktif. Namun juga hindari untuk menjadi kreator Muhammadiyah yang subjektif, destruktif, dan represif dalam menyajikan konten yang berkaitan dengan dinamika kehidupan Muhammadiyah di mana pun berada, di mana pun daerahnya dan di mana pun model masalahnya.

BACA JUGA :  Konten Kreator Muhammadiyah

Oleh : As’ad Bukhari, S.Sos., MA
(Analis Kajian Dinamika Kehidupan Muhammadiyah)