DAERAH  

Membangun Ketahanan Pangan dari Akar Rumput PCA Aisyiyah Pringsewu dalam Mengurangi Risiko Kerawanan Pangan

WARTAMU.ID, Pringsewu – Ketahanan pangan kini menjadi salah satu isu strategis nasional yang tidak hanya memerlukan keterlibatan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat, termasuk organisasi perempuan. Dalam rangka mewujudkan tema Milad Aisyiyah ke-108, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pringsewu menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sebagai fondasi dari ketahanan pangan nasional.

Atmi Sapta Rini selaku sekretaris umum pimpinan cabang Aisyiyah pringsewu mewakili Syamsiati selalu ketua PCA pringsewu, Kepada media, Kamis, 19/06/2025 mengatakan dengan mengusung pendekatan berbasis komunitas, PCA Aisyiyah Pringsewu yang memiliki 7 ranting di wilayah Pringsewu Barat, Timur, Selatan, dan Utara, aktif menggerakkan anggotanya dalam berbagai kegiatan produktif. Kegiatan tersebut antara lain pemanfaatan pekarangan melalui berkebun, budidaya kolam ikan, serta produksi kerajinan pangan seperti kue dan keripik. Inisiatif ini bukan hanya menciptakan ketersediaan pangan mandiri, tetapi juga mengangkat perekonomian keluarga serta memperkuat keberlanjutan lingkungan, Ungkapnya.

Rini menambahkan dengan Pentingnya upaya ini tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan (IKP), yang merupakan indikator kemampuan suatu wilayah dalam menjamin ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan secara merata dan berkelanjutan. Semakin tinggi nilai IKP, semakin kuat kondisi ketahanan pangan di wilayah tersebut. Melalui kegiatan di akar rumput ini, PCA Aisyiyah Pringsewu telah membantu meningkatkan IKP lokal secara signifikan, Ucapnya.

Hasil nyata yang dicapai antara lain:
Ketersediaan pangan mandiri: Anggota keluarga menerapkan konsep Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan menanam sayur-mayur, buah-buahan, serta memelihara ikan atau ternak. Hal ini memastikan pasokan pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Peningkatan gizi keluarga: Akses langsung terhadap pangan bergizi membantu menurunkan risiko stunting dan berbagai masalah kekurangan gizi lainnya, terutama pada anak-anak dan ibu hamil.

Stabilitas ekonomi keluarga: Dengan mengurangi ketergantungan terhadap pembelian bahan makanan, keluarga dapat mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan lainnya, sehingga kesejahteraan ekonomi meningkat.

Keberlanjutan lingkungan: Praktik pertanian ramah lingkungan dan pemanfaatan pekarangan secara efisien turut menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi limbah rumah tangga.

Ketahanan pangan keluarga ini bukan hanya meningkatkan taraf hidup individu, tetapi juga berdampak pada peningkatan daya tahan masyarakat secara kolektif. PCA Aisyiyah Pringsewu membuktikan bahwa organisasi masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem pangan yang tangguh, mandiri, dan inklusif.

BACA JUGA :  Kreatif dan Kompak, Karnaval SMAMUMA Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-78

Untuk menciptakan masa depan pangan yang aman dan berkelanjutan, sinergi antara organisasi masyarakat seperti Aisyiyah, pemerintah, dan elemen masyarakat luas sangat dibutuhkan. Dengan kolaborasi dan kesadaran kolektif, risiko kerawanan pangan dapat ditekan, dan ketahanan pangan nasional dapat benar-benar terwujud dari keluarga—sebagai unit terkecil namun paling vital dalam struktur masyarakat.

Pimpinan Cabang Aisyiyah Pringsewu melalui gerakan nyata di tingkat komunitas telah memberikan kontribusi penting, menjadi teladan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil di lingkungan sekitar.