WARTAMU.ID, Bandar Lampung, 25 Juni 2026 – Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Lampung menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya sejumlah peserta calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti kegiatan Latihan Dasar Semi Militer (Latsarmil).
Ketua FOKAL IMM Lampung, Edi Agus Yanto, S.I.P., S.H., M.H., menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak dapat dianggap sebagai kejadian biasa dan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program.
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya para calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti kegiatan Latsarmil. Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa, melainkan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan tersebut,” ujar Edi Agus Yanto dalam keterangan persnya, Kamis (25/6).
Menurutnya, pemerintah dan instansi terkait perlu segera melakukan investigasi secara transparan, independen, dan menyeluruh guna mengungkap penyebab meninggalnya para peserta. Keselamatan peserta, kata dia, harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pemerintah, terutama program yang bertujuan menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan desa.
FOKAL IMM Lampung menilai publik berhak memperoleh penjelasan yang terbuka mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk terkait standar operasional prosedur (SOP), pemeriksaan kesehatan peserta, kelayakan materi pelatihan, serta sistem pengawasan selama kegiatan berlangsung.
“Publik berhak mengetahui apakah standar operasional, aspek kesehatan, kelayakan materi pelatihan, serta mekanisme pengawasan telah dijalankan dengan benar. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, maka harus ada pertanggungjawaban yang jelas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Edi Agus Yanto menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap konsep pelatihan yang diterapkan kepada calon manajer koperasi. Menurutnya, posisi manajer koperasi merupakan jabatan sipil yang lebih menitikberatkan pada kompetensi manajerial, tata kelola organisasi, kewirausahaan, dan penguasaan ilmu pengetahuan, sehingga pendekatan pelatihannya harus disesuaikan dengan kebutuhan tugas dan tanggung jawab jabatan tersebut.
“Manajer Koperasi Desa Merah Putih adalah jabatan sipil yang mengedepankan kapasitas keilmuan, kepemimpinan, tata kelola, dan profesionalisme. Karena itu, pola pembinaan dan pelatihan harus mempertimbangkan aspek keselamatan, kesehatan, serta relevansi dengan kompetensi yang dibutuhkan, bukan semata-mata mengutamakan ketahanan fisik,” ujarnya.
FOKAL IMM Lampung berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan agar tidak terulang di masa mendatang. Organisasi alumni IMM tersebut juga meminta evaluasi total terhadap desain dan metode pelatihan yang digunakan dalam program-program serupa.
“Semangat membangun desa tidak boleh dibayar dengan hilangnya nyawa peserta. Negara wajib memastikan setiap program berjalan efektif, profesional, humanis, dan mengedepankan keselamatan manusia sebagai prioritas utama. Kami berharap cukup sampai di sini dan tidak ada lagi korban berikutnya,” tutup Edi Agus Yanto.












