Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Presiden Prabowo Sapa Massa Aksi Damai di GBK, Don Muzakir: Program Rakyat Harus Dikawal

Presiden Prabowo Sapa Massa Aksi Damai di GBK, Don Muzakir: Program Rakyat Harus Dikawal

WARTAMU.ID, JAKARTA – Sekitar 10 ribu peserta aksi damai yang terdiri dari petani, pedagang, nelayan, pelaku UMKM, serta sejumlah organisasi sayap Partai Gerindra berkumpul di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Aksi yang digelar di depan Gedung TVRI tersebut bertepatan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Massa menyampaikan dukungan terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Di sisi lain, peserta menegaskan pentingnya pengawalan dan pengawasan agar berbagai program tersebut berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

Aksi berlangsung sekitar tiga jam dengan penyampaian orasi secara bergantian. Massa kemudian mendapat perhatian ketika Presiden Prabowo meninggalkan Kompleks Parlemen dan menyapa peserta aksi dari kendaraan yang ditumpanginya. Presiden melambaikan tangan kepada massa yang berdiri tertib di sepanjang kawasan depan Gedung TVRI.

Berbagai spanduk dibawa peserta, antara lain bertuliskan “Jaga Prabowo, Jaga Indonesia”, serta seruan pemberantasan mafia anggaran dan oligarki.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, turut menyampaikan orasi. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pemerintah tidak berarti masyarakat menutup mata terhadap kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan.

Menurut Don, kritik berdasarkan fakta dan data tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol masyarakat, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab.

“Di tengah derasnya kritik, demonstrasi, dan hoaks di ruang digital, kami menegaskan bahwa kritik adalah hak rakyat, tetapi fitnah, disinformasi, kekerasan, dan upaya memecah bangsa harus ditolak. Dukungan kami bukan cek kosong. Kami meminta program yang kurang tetap diperbaiki, yang menyimpang harus ditindak, yang korup harus dihukum. Tetapi program yang berpihak kepada rakyat dan cita-cita kedaulatan bangsa harus dijaga sampai tuntas,” kata Don Muzakir.

Dorong Program Pemerintah Tepat Sasaran

Don mengatakan masyarakat perlu melihat berbagai program pemerintah secara utuh, terutama kebijakan yang menyentuh sektor pangan, pendidikan, nelayan, ekonomi desa, hingga pengembangan industri.

Ia menegaskan peserta aksi mendukung pemerintahan Presiden Prabowo yang terbentuk melalui proses konstitusional. Namun, dukungan tersebut tetap disertai sikap kritis terhadap kebijakan yang dinilai belum berjalan optimal.

“Kami mendukung pemerintahan Presiden Prabowo yang lahir dari proses konstitusional. Demonstrasi dan kritik harus dihormati, tetapi hoaks, provokasi, perusakan, dan kekerasan harus ditolak. Demokrasi harus kuat tanpa mengorbankan persatuan Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, peserta aksi mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Perbedaan pandangan, kata Don, semestinya menjadi bagian dari dinamika demokrasi dan tidak berujung pada perpecahan.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Don menilai program tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga berpotensi membuka pasar bagi produk petani, peternak, nelayan, pedagang, dan UMKM.

“Makan Bergizi Gratis adalah investasi pada anak Indonesia sekaligus penggerak ekonomi lokal. Program ini harus diteruskan dengan tata kelola yang transparan, standar keamanan pangan yang ketat, dan keberpihakan kepada petani, peternak, nelayan, pedagang, dan UMKM,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan MBG tetap membutuhkan pengawasan, mulai dari pengadaan bahan pangan, kualitas makanan, distribusi, hingga penggunaan anggaran agar dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.

Pangan hingga Koperasi Desa

Sektor pangan juga menjadi perhatian peserta aksi. Don mengatakan upaya mewujudkan swasembada pangan harus disertai kebijakan yang mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Peserta mendukung kemudahan akses pupuk, pembangunan irigasi, mekanisasi pertanian, kepastian harga panen, serta perlindungan terhadap petani.

“Pangan adalah kedaulatan. Bangsa besar tidak boleh menggantungkan urusan makan rakyatnya kepada negara lain,” tegas Don.

Dukungan juga disampaikan terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Don berharap koperasi tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, koperasi dapat berperan dalam memperpendek rantai pasok, membantu UMKM, memperbaiki distribusi kebutuhan pokok, serta meningkatkan posisi tawar masyarakat.

“Kami ingin koperasi menjadi pusat ekonomi rakyat. Koperasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” katanya.

Sektor kelautan juga mendapat perhatian. Don menilai pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga akses sarana produksi, pasar, pengolahan hasil tangkapan, dan perlindungan usaha.

“Laut Indonesia harus menyejahterakan nelayan Indonesia,” ujarnya.

Pendidikan dan Hilirisasi Jadi Perhatian

Dalam bidang pendidikan, Don menekankan pentingnya kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga petani, nelayan, buruh, dan pedagang.

“Tidak boleh ada anak petani, nelayan, buruh, atau pedagang kehilangan masa depan hanya karena lahir dari keluarga miskin,” katanya.

Menurut Don, peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Sementara di sektor ekonomi, peserta aksi menyampaikan dukungan terhadap hilirisasi sumber daya alam agar Indonesia memperoleh nilai tambah dari kekayaan alamnya sendiri.

“Kami mendukung hilirisasi agar sumber daya alam tidak terus dijual murah sebagai bahan mentah. Nilai tambah, industri, teknologi, lapangan kerja, dan penerimaan negara harus tumbuh di tanah air serta memberi manfaat nyata bagi daerah dan rakyat,” ujarnya.

Don menilai pembangunan industri juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat di daerah penghasil sumber daya alam.

Aksi Berakhir Tertib

Terkait kondisi ekonomi nasional, Don mengajak masyarakat melihat data secara objektif sebelum mengambil kesimpulan. Ia mengatakan tantangan ekonomi tetap ada, namun masyarakat tidak seharusnya mudah terpengaruh narasi yang hanya menimbulkan pesimisme.

“Tantangan tetap ada, tetapi data menunjukkan Indonesia tidak kehilangan arah. Karena itu, masyarakat harus tetap kritis, tetapi jangan mudah percaya pada narasi yang hanya membangun rasa putus asa,” katanya.

Aksi berlangsung tertib hingga Presiden Prabowo menyapa peserta. Setelah Presiden meninggalkan Kompleks Parlemen, massa kemudian membubarkan diri secara bertahap.

Don Muzakir menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus pengingat agar pemerintah terus memperbaiki program yang belum berjalan maksimal.

“Kami mendukung program yang berpihak kepada rakyat, tetapi dukungan itu harus disertai pengawalan. Kalau ada yang kurang, kita sampaikan. Kalau ada yang salah, kita minta diperbaiki. Kalau ada penyimpangan, harus ditindak,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan program pemerintah tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh petani, pedagang, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat desa.

BACA JUGA :  Pariwisata Indonesia Melesat, Presiden Prabowo Dukung Kebijakan Widiyanti Putri