Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Seorang Dokter di Lampung Jadi Korban Jambret di Depan Kantor Bapedda, Berikut Kronologinya

Ilustrasi Seorang Dokter di Lampung Jadi Korban Jambret (Pixabay)

WARTAMU.ID, Bandar Lampung – Dokter AA (30), warga Jalan Teuku Umar, Kedaton, Kota Bandar Lampung dijabret, dua orang saat melintas di depan pintu masuk Bappeda Provinsi Lampung, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Gotongroyong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Senin 27 Desember 2021. Korban sempat terjatuh dan tergeletak di trotoar, saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo.

Dua pelaku menjambret tas seorang dokter wanita ini tepat di depan pintu masuk Bappeda Provinsi Lampung, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Gotongroyong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Senin 27 Desember 2021, tak jauh dari pintu masuk Hotel Emersia. Videonya AA tergeletak viral di media sosial.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Informasi dilokasi kejadian menyebutkan korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit warna hitam. Satpam yang berjaga pintu masuk hotel Emersia baru menyadari kejadian tersebut saat melihat sejumlah warga berkerumun untuk membantu korban. “Waktu saya lihat warga itu sudah ngumpul rame-rame. Korbannya sudah geletakan, nggak lama terus dibawa ke rumah sakit,” kata Hidayat.

Berdasarkan pengakuan korban, saat peristiwa itu terjadi dirinya dalam perjalanan berangkat kerja ke RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo. Setibanya di lokasi kejadian, korban dipepet oleh pelaku dan langsung merebut tas milik korban. Akibat mempertahankan tas miliknya, korban akhirnya terjatuh dari sepeda motor.

Meski tidak melihat wajah pelaku, namun korban mengaku masih mengingat ciri-ciri pelaku. “Pelaku pakai helm hitam full face. Kemudian pakai jaket hitam, kalau perawakannya kurus. Tapi ngga ingat plat nomornya, soalnya ngga jelas kelihatan,” katanya. (Red)

BACA JUGA :  Polemik HGB di Perairan Sumenep: Reklamasi Laut Gersik Putih Picu Penolakan Warga