Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.
DAERAH  

Berikut 12 Ruas Jalan Kota Pekalongan yang Ditetapkan Perubahan Nama

Ngobrol Bareng Walikota di Guest House Kota Pekalongan

WARTAMU.ID, Kota Pekalongan (Jateng) – Pemerintah Kota Pekalongan bakal menetapkan perubahan nama jalan di beberapa ruas jalan di Kota Pekalongan. Ada 12 ruas jalan yang namanya akan diganti dengan nama tokoh dan pahlawan yang telah berjasa untuk Kota Pekalongan dan akan diresmikan dalam rangkaian Hari Jadi ke-116 Kota Pekalongan.

Hal ini dipaparkan dalam kegiatan Ngobrol Bareng Walikota di Guest House Kota Pekalongan, Kamis malam (24/3/2022). “Ada beberapa hal yang harus dilakukan, bagaimana mengenang para tokoh terdahulu baik dari tokoh pendidikan, ulama, dan olahragawan yang telah berjasa untuk Kota Pekalongan. Yang masuk kriteria yakni yang lahir di Kota Pekalongan, atau tidak lahir di Kota Pekalongan tetapi sumbangsih beliau atau jasa beliau besar,” ungkap Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba
Ngobrol Bareng Walikota di Guest House Kota Pekalongan

Disebutkan Walikota Aaf, ada 12 jalan untuk tahap awal yang akan diresmikan. Yakni Jalan Oto Iskandar di Nata (perubahan ejaan), Jalan Wahid Hasyim ditambahkan KH, Jalan Banyurip Alit dan Banyurip Ageng diganti menjadi Jalan H Muhammad Chaeron, Jalan Pelita 2 diganti Jalan KH Ahmad Djunaid, jalan tembus Hos Cokroaminoto dan Dharma Bhakti menjadi Jalan KH Saelan, jalan tembus Pelita menjadi Jalan Syafi’i Abdul Majid, perempatan Jalan Semarang dan Patiunus menjadi Jalan Abdullah Hamid Al Hinduan, jalan Klego di Slamaran Rusunawa menjadi Jalan Umar Saleh Al-Jufri, Jalan Bandung perempatan Sorogenen sampai pertigaan RS Khodijah menjadi Jalan Abdul Gaffar Ismail, jalan tembus Imam Bonjol dan Hayam Wuruk menjadi Jalan KH Siroj, jalan tembus Asem Binatur menjadi Jalan KH Muhammad Ilyas, Jalan di Kalibaros sampe Duwet menjadi Jalan R Soempeno.

BACA JUGA :  Banjir Rusak Infrastruktur dan Puluhan Hektar Lahan Pertanian Milik Masyarakat

“Mudah-mudahan tak jadi kendala atau gejolak di masyarakat. Pemerintah Kota Pekalongan tidak bisa mengubah nama jalan protokol yang menjadi kewenangan provinsi dan nasional. Meskipun ini hanya Jalan kecil mudah-mudahan sejarah mereka tak hilang dan menjadi pengetahuan bagi generasi ke depannya. Niat kami adalah memberikan penghargaan meskipun tak setimpal dengan jasa beliau untuk Kota Pekalongan,” beber Aaf.

Aaf melanjutkan, dalam rangkaian hari jadi nanti akan diserahkan semacam sertifikat atau piagam penghargaan para tokoh untuk keluarga tokoh/pahlawan. “Harapannya akan ada usulan baru nama tokoh yang sangat layak untuk diabadikan di Kota Pekalongan,” tandas Aaf.

Ngobrol Bareng Walikota di Guest House Kota Pekalongan

Sementara itu, Wakil Walikota Pekalongan, H Salahuddin STP menambahkan, dengan menamai Jalan di Kota Pekalongan dengan namanya tokoh ini harapannya menjadi teladan bagi masyarakat. “Fakta keutamaan tokoh yang dijadikan nama jalan akan disampaikan sejarahnya ke generasi. Bagi cucu atau keturunannya pun akan ikut memiliki tanggung jawab dan senantiasa berbuat kebaikan,” kata Salahuddin.

Salah seorang cucu tokoh dari KH Saelan, HM Saelany Machfudz mengaku bangga karena hal yang telah dilakukan atau diabdikan eyangnya, KH Saelan dihargai masyarakat. “Sampai sekarang alumni ponpes binaan eyang saya banyak yang menjadi orang besar di berbagai daerah. Saya sebagai cucunya senang nama beliau digunakan untuk nama jalan,” tutur Saelany.

Saelany berharap para keturunannya dapat meniru bagaimana agar bisa menjadi orang yang beguna bagi masyarakat Kota Pekalongan.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)