Wartamu.id Sumenep — Konsolidasi total dan disiplin tanpa kompromi menjadi pesan utama yang dibawa Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-Kabupaten Sumenep Jawa Timur
Bertempat di Islamic Centre Bindara Saod, kehadiran tokoh asal Sumenep ini bukan sekadar seremonial. Ia datang membawa pesan keras: partai tidak butuh kader instan, apalagi yang hanya muncul saat momentum politik.
“Saya sengaja hadir. Kalau tidak, saya bisa dimarahi pengurus,” ucapnya santai, namun segera berubah tegas saat menyinggung kualitas kader.
Menurutnya, PDI Perjuangan adalah partai kader, bukan partai yang memberi ruang bagi “penumpang gelap” yang hanya mencari panggung.
“Jangan pernah ragu pada PDI Perjuangan. Kami ini terbiasa kaderisasi rutin. Tiga bulan sekali. Itu yang membuat partai ini tetap hidup dan besar,” tegas Ketua Banggar DPR RI tersebut.
Ia menyoroti fenomena kader yang masuk tanpa pemahaman ideologi. Baginya, hal itu berbahaya bagi kekuatan partai dalam jangka panjang.
“Masuk PDI Perjuangan bukan untuk gagah-gagahan. Ini partai ideologis. Kalau tidak paham, lebih baik belajar, bukan sekadar numpang nama,” sindirnya.
Lebih jauh, Bang Said mengingatkan bahwa loyalitas dan disiplin adalah harga mati. Tidak ada ruang bagi kader yang bermain di dua kaki atau melanggar garis kebijakan partai.
“Jangan coba-coba melanggar aturan. Sekali melanggar, partai akan bertindak tegas. Tidak ada pengecualian,” katanya dengan nada keras.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa PDI Perjuangan tengah memperketat barisan menghadapi dinamika politik ke depan, sekaligus membersihkan potensi kader yang tidak sejalan dengan garis ideologi partai.
Musancab ini pun bukan sekadar agenda rutin. Lebih dari itu, menjadi ajang penyaringan dan penguatan struktur di tingkat bawah agar tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga militan secara ideologi.
Dengan tekanan konsolidasi yang semakin kuat, pesan Bang Said jelas: hanya kader yang disiplin, loyal, dan ideologis yang akan bertahan. Selebihnya, siap-siap tersingkir dari barisan.
*****












