RAGAM  

Heboh! Produk Sosis Ayam tapi Kemasannya Ada Logo Kepala Babi

Foto : tiktok.com @sakiraformoza94

WARTAMU.ID – Heboh seorang wanita dibuat ragu saat membeli sosis daging ayam tetapi logo kemasannya bergambar babi. Begini klarifikasi pemilik toko, dikutip dari food.detik.com

Lewat sebuah video di TikTok @sakiraformoza94 (04/08) seorang wanita menceritakan pengalamannya saat membeli sosis. Wanita tersebut merupakan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Taiwan.

Ada hal yang membuatnya janggal saat membeli sosis di toko online bernama Hoki Shop Taiwan. Sosis yang dibeli itu disebutkan terbuat dari daging ayam. Namun, kemasannya terdapat gambar kepala babi.

“Mudah-mudahan ini 100% daging ayam. Aku sedikit ragu soalnya bungkusannya ada gambar kepala babi,” tulisnya dalam caption di video.

https://www.tiktok.com/@sakiraformoza94/video/6992394728155254042?lang=id-ID&is_copy_url=1&is_from_webapp=v1

Ia menceritakan bahwa sosis tersebut ia beli setelah melihat toko online Hoki Shop Taiwan mempromosikan dagangannya lewat TikTok. Yang membuat yakin untuk membeli sosis itu karena dipromosikan oleh wanita berhijab.

“Padahal yang promosiin mbak-mbak berhijab lho. Tapi pas dipromosiin dibalik (kemasannya), kita mana tau di kemasannya ada gambar babi,” tulisnya.

Lebih lanjut, wanita itu menyebutkan bahwa sosis tersebut dibeli dengan harga 910 NT atau setara dengan Rp 470.000. Saat mengetahui bahwa ada gambar babinya, ia langsung menanyakan kepada temannya.

“Aku nanya sama temen, tolong tanyain sama majikan kamu ini ada tulisan apa. Katanya ini daging babi, tapi si mbak-mbak yang promosiin pake hijab itu dia bilangnya ini daging ayam. Makanya aku beli. Taunya pas beli kena zonk, ya Allah ya Rabb,” tulisnya.

Sebelumnya wanita itu juga sempat menanyakan kepada pihak Hoki Shop Taiwan apakah produk sosis tersebut berasal dari Indonesia? Awalnya pihak toko mengatakan demikian. Namun, pernyataan itu berubah setelah videonya viral.

“Pas video yang kemarin viral, pihak mereka bilang produk dari Taiwan yang ada tiga varian,” ujarnya.

Videonya pun menjadi viral dan mengundang reaksi netizen. Berbagai tanggapan pun memenuhi kolom komentar video TikTok tersebut.

“Jujur kalau aku ragu mending gak makan itu ce, apalagi sudah jelas ada gambarnya walaupun betul gaknya ikuti hati nurani ce semangat,” tulis netizen.

“Jika ragu jangan dimakan mba, campuran itu mungkin banyak yang halal kenapa yang ragu mau dimakan?,” tulis netizen lainnya.

Kepada detikcom (14/08) pihak Hoki Shop Taiwan mengeluarkan klasifikasinya. Mereka mengatakan bahwa produk sosis yang viral di media sosial itu terbuat dari daging ayam asli.

Sementara gambar kepala babi yang terdapat pada kemasan sosisnya merupakan logo dari perusahaan yang memproduksi sosis.

“Terkait video yang telah beredar, sosis itu sebenarnya daging ayam asli. Akan tetapi ada logo babi disebabkan itu oleh produsen yang memproduksi sosis tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, mereka juga menjelaskan mengenai tulisan komposisi di kemasan sosis terdapat tulisan babi itu dikarenakan adanya kesalahan dari pihak produsen dalam hal memproduksinya.

“Kami juga menghubungi pihak terkait dah mereka menyatakan bahwa sosis tersebut asli ayam bukan babi,” jelasnya.

@hokishoptaiwan

Penjelasan tentang Sosis Ayam. Bagi yang menyebarkan informasi menyesatkan, akan ditindaklanjuti oleh pihak berwajib. #sosisviral #sosis

♬ Terpesona – Bulan Sutena

Di kemasan sosis tersebut juga tidak terdapat logo halal. Pihak mereka mengatakan bahwa hal tersebut lantaran produk sosisnya merupakan hasil produksi dari produsen yang berasal dari Taiwan.

“Untuk logo halal, mungkin karena produsen asal Taiwan jadi mereka tidak menyertakan logo tersebut,” tuturnya.

Hoki Shop Taiwan sendiri merupakan toko kelontong yang menjual produknya secara online. Toko tersebut dikelola oleh orang Indonesia yang menetap di Taiwan. Karenanya produk yang ditawarkan semuanya berasal dari Taiwan.

“Target kita pun orang Taiwan juga atau TKI/WNI yang berada di Taiwan,” ujarnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *