Hendak Lari Dari Tanggung Jawab, Setubuhi Anak Dibawah Umur Da Digelandang Polisi

Satreskrim Polres Tanggamus

WARTAMU.ID, Tanggamus (Lampung) – Pemuda di Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Da (19), harus berurusan dengan Satreskrim Polres Tanggamus, karena dugaan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku menyetubuhi SU (17), hingga berulang ulang, namun lari dari tanggung jawab. Pelaku ditangkap pada Rabu 14 April 2022 sekira pukul 21.00 malam.

Informasi wartawan menyebutkan, Da menjalin hubungan dengan DA. Sejak Februari 2022 lalu, korban sudah tiga kali disetubuhi Da. Dua kali dirumah korban, satu kali di rumah pelaku. Korban kemudian menceritakan apa yang telah dilakukan Da kepada orang tuanya. Namun saat orang tua korban meminta Da bertanggung jawab, Da justru mengelak, tak terima hal itu orang tua korban laporkan Da ke Polisi.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Hendra Safuan, membenarkan Tim Unit PPA telah mengamankan seorang pemuda, Da (19) di kediamannya, di Talang Padang, Rabu 14 Apeil 2022 malam. Pelaku diamankan atas laporan orang tua korban, tanggal 7 Februari 2022. “Tersangka ditangkap tadi malam, Rabu 14 April 2022 sekitar pukul 21.00 WIB di kediamannya,” kata Hendra Safuan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, kepada wartawan Kamis 14 April 2022 siang.

Menurut Kasat, dari keterangan korban, pelaku telah melakukan persetubuhan dengan korban terakhir kali pada April 2021 sekitar pukul 14.00 WIB, di wilayah hukum Kabupaten Tanggamus. Kejadian tersebut di ketahui oleh orang tua korban. “Orang tua korban juga mendapat laporan anaknya yang mengaku sudah disetubuhi oleh pelaku. Orang tua korban kemudian menjemput korban, dan menanyakan kepada korban siapakah pelakunya. Korban mengatakan pelakunya adalah DA,” katanya.

Atas peristiwa tersebut, orang tua korban kemudian mendatangi rumah Da, dan meminta pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya. Namun DA menyangkal dan menolak bertanggung jawab. “Pelapor mendatangi rumah DA  untuk meminta pertanggung jawaban namun DA menyangkalnya, sehingga korban dan orang tuanya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanggamus sejak tanggal 7 Februari 2022,” kata Kasat.

Kata menegaskan, dari hasil pemeriksaan, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Pelaku sudah tiga kali menyeubuhi korban, didua tempat, yaitu dirumah korban dan rumah pelaku. “Dihadapan polisi pelaku mengakui sudah tiga kali melakukan hal itu. Dua kali beraksi di rumah korban dan satu kali di rumah pelaku,” ujar Kasat.

Dalam penangkapan Da, petugas juga sudah mengamankan barang bukti, berupa satu helai celana panjang dan sweter, berikut hasil visum et repertum, nomor: 002/SAM/III/202/VISUM, tanggal 8 Maret 2022. “Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal  76D dan atau 76E UU No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, ancaman maksimal 15 tahun penjara,” katanya. (Red)