Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Karya “Demokrasi Dijual Eceran” Antar Joko Supriyadi Tembus 10 Terbaik Festival Etik DKPP 2026

Karya “Demokrasi Dijual Eceran” Antar Joko Supriyadi Tembus 10 Terbaik Festival Etik DKPP 2026

WARTAMU.ID, WAY KANAN – Karya jurnalistik penulis wartamu.id, Joko Supriyadi, berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Festival Etik DKPP 2026. Karya berjudul “Demokrasi Dijual Eceran” berhasil masuk dalam 10 karya terbaik nasional dan menempati peringkat ke-7.

Hasil tersebut diumumkan pada 9 Juni 2026 dalam rangkaian Festival Etik DKPP 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Karya “Demokrasi Dijual Eceran” mengangkat persoalan demokrasi dan pentingnya menjaga etika dalam kehidupan politik serta penyelenggaraan pemilu. Melalui tulisan tersebut, Joko Supriyadi mencoba menyajikan refleksi kritis mengenai tantangan demokrasi ketika nilai-nilai ideal berhadapan dengan kepentingan politik dan praktik yang berpotensi menggerus kepercayaan publik.

Masuknya karya tersebut ke dalam 10 besar menjadi capaian tersendiri bagi wartamu.id sebagai media yang tumbuh dari daerah. Karya tersebut mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah dan menempati peringkat ke-7 tingkat nasional.

Proses penilaian Festival Etik DKPP 2026 melibatkan dewan juri dari kalangan profesional dan praktisi media serta demokrasi. Para juri tersebut yakni Bambang Sulistyo, mantan Pimpinan Redaksi Majalah Gatra; Masykurudin Hafiz, Direktur Akademi Pemilu dan Demokrasi; serta Irsyan Hasyim, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta.

Keterlibatan para juri tersebut memberikan bobot tersendiri dalam proses penilaian karya peserta, khususnya dalam melihat kualitas tulisan dari aspek jurnalistik, isu demokrasi serta perspektif etika.

Joko Supriyadi mengatakan, karya tersebut lahir dari kegelisahan terhadap kondisi demokrasi yang tidak cukup hanya dilihat dari proses pemungutan suara, tetapi juga harus ditempatkan dalam kerangka etika, integritas dan tanggung jawab.

BACA JUGA :  Jagat Media Sosial Heboh dengan Gambar Garuda Berlatar Biru: Peringatan Darurat dan Kekecewaan Publik atas Putusan DPR

“Demokrasi bukan hanya tentang bagaimana suara rakyat diberikan dalam pemilu, tetapi juga bagaimana seluruh proses demokrasi dijalankan dengan etika, integritas dan tanggung jawab. Judul ‘Demokrasi Dijual Eceran’ merupakan refleksi atas kegelisahan terhadap nilai demokrasi yang terkadang dipertukarkan dengan kepentingan jangka pendek,” ujar Joko.

Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik agar tetap sehat melalui karya yang kritis, faktual dan bertanggung jawab.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Joko Supriyadi dalam mengikuti kompetisi penulisan tingkat nasional sepanjang 2026.

Setelah meraih peringkat ke-7 Festival Etik DKPP yang diumumkan pada Juni, Joko kembali menorehkan prestasi pada Juli 2026 melalui Lomba Karya Tulis Jurnalistik dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi.

Dalam kompetisi tersebut, Joko mengangkat karya berjudul “Ketika 31 Juta Anggota Koperasi Menggerakkan Ekonomi Indonesia” dan berhasil meraih Juara 3 tingkat nasional.

Prestasi tersebut diumumkan pada 29 Juli 2026. Lomba diikuti 559 pendaftar, dengan 507 peserta terverifikasi dan 211 karya berhasil diunggah untuk mengikuti proses penilaian.

Dewan juri lomba terdiri dari Freddy Yakob selaku akademisi, Naomi Siagian selaku jurnalis, serta Rulli Nuryanto, Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi.

Dua capaian dalam kurun waktu kurang dari dua bulan tersebut menjadi catatan positif bagi wartamu.id. Pada Juni, karya “Demokrasi Dijual Eceran” berhasil masuk 10 besar Festival Etik DKPP dan menempati peringkat ke-7. Kemudian pada Juli, karya “Ketika 31 Juta Anggota Koperasi Menggerakkan Ekonomi Indonesia” berhasil meraih Juara 3 tingkat nasional.

Bagi Joko Supriyadi, capaian tersebut bukan sekadar persoalan peringkat, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik dan mengangkat isu-isu yang memiliki relevansi dengan kepentingan publik.

Ia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi jurnalis daerah untuk terus belajar, menulis dan berani mengikuti kompetisi tingkat nasional.

“Karya dari daerah juga memiliki kesempatan untuk bersaing di tingkat nasional. Kuncinya adalah terus belajar, memperkuat riset dan data, serta berani mengangkat gagasan yang memiliki nilai bagi masyarakat,” katanya.

BACA JUGA :  Kinerja Kapolri Penuhi Kepuasan Publik, Pemuda Nusantara : Selanjutnya Bongkar Sindikat Kaisar Sambo dan Konsorsium 303

Dua prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi wartamu.id untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang informatif, kritis, edukatif dan memiliki perspektif terhadap berbagai persoalan publik.

Dari isu etika demokrasi hingga peran koperasi dalam menggerakkan ekonomi nasional, karya wartamu.id menunjukkan bahwa media daerah juga mampu membawa gagasan dan karya jurnalistiknya ke panggung kompetisi nasional.