RAGAM  

Muhammadiyah dan Jalan Sunyi Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Yoga Hasdi Ariantoro, M.Pd ( Wakil Ketua Bidang Riset dan Teknologi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Lampung)

Wartamu.id, Suara Pembaca – Tahun 1912 menjadi sebuah tahun bersejarah dalam setiap periode sejarah Indonesia, telah lahir organisasi masyarakat yang memberi warna kuat pada perjalanan bangsa. Ia lahir tidak prematur, ia lahir penuh dengan kontraksi berkali-kali akibat goncangan perjalanan bangsa ini. Ia terlahir dengan nafas modernitas yang konsisten di era itu. Meskipun ia dikenal sebagai  gerakan Islam modern yang fokus pada pendidikan dan dakwah, namun kontribusi nya  pada kesejahteraan bangsa jauh lebih luas daripada itu. Bila ditelusuri jejaknya bukan hanya ada pada papan nama sekolah atau rumah sakit, tetapi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berlangsung pelan namun stabil.

Kesejahteraan acap dimaknai  pada ukuran pendapatan atau pertumbuhan ekonomi yang hanya berfokus pada materi yang sifatnya hanya nisbi. Namun bagi Muhammadiyah, kesejahteraan jauh sama sekali dari hal semacam itu. Sebagaimana ditekankan para tokohnya sejak masa KH Ahmad Dahlan, kesejahteraan adalah soal memperluas kemampuan manusia untuk hidup bermartabat. Pertumbuhan ekonomi di awali dari pembangunan sejati berupa pembangunan kapasitas manusianya. oleh karena itu pertumbuhan diawali dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Sejak mendirikan sekolah modern di awal abad ke-20, Muhammadiyah telah membuka akses pendidikan bagi kelompok yang sebelumnya termarginalkan. Ruang-ruang yang ramai dengan yatim, fakir miskin, dan rakyat jelata di warnai dengan semangat Al Ma’un. Disetarakan harkat dan martabatnya, mencicip ilmu-ilmu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh pribumi pada saat itu. Gerakan yang mula nya hanya sebatas “langgar kidul”, kini telah menjadi  sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah membentang sepanjang garis khatulistiwa dari kota hingga desa, dari Sumatra hingga Papua yang kita cinta, dari lhoknga hingga teluk bintuni, bahkan menyinari negara-negara tetangga. Singkatnya Muhammadiyah hadir di seantero jagat. Bergerak secara masif ikut serta berjihad dalam pembangunan nasional, karena pada dasarnya pendidikan adalah pintu utama mobilitas sosial. Banyak keluarga yang hari ini hidup lebih baik karena generasi mudanya mengenyam pendidikan formal maupun non formal  di lembaga Muhammadiyah.

BACA JUGA :  Resep Pie Susu Homemade

Pelayanan kesehatan Muhammadiyah juga memainkan peran vital. Diawali saat Gerakan Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) Muhammadiyah yang merupakan jejak awal kepedulian sosial yang lahir dari pandangan tajam KH. Ahmad Dahlan tentang pentingnya memuliakan manusia tanpa batas. Lalu berkembang menjadi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan fasilitas kesehatan lainnya menyediakan layanan yang relatif terjangkau, bahkan bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas. Muhammadiyah memberikan paket komplit spesial dengan menggerakan lembaga-lembaga dibawah naungan nya seperti Lazismu untuk membackup keterbatasan pembiayaan di Rumah Sakit milik Muhammadiyah. Pendekatan ini selaras dengan gagasan social welfare, bahwa kesehatan adalah hak dasar yang tidak boleh dinilai sekadar sebagai komoditas. Ketika negara belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, kehadiran jaringan rumah sakit dan klinik Muhammadiyah menjadi jembatan penting antara kebutuhan publik dan pelayanan medis yang manusiawi.

Sementara itu, pada bidang ekonomi, Muhammadiyah tidak sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi mendorong pemberdayaan. Melalui Lazismu dan berbagai lembaga ekonomi, organisasi ini mengembangkan program yang menyasar UMKM, petani kecil, buruh informal, nelayan dan keluarga prasejahtera. Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk menguatkan ekonomi jamaah sebagai bagian penting dari dakwah dan pemberdayaan. Melalui Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan, organisasi ini mendorong munculnya jaringan usaha jamaah, pelatihan investasi, serta pendampingan UMKM. Upaya ini menjadi langkah nyata agar warga Muhammadiyah tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri dan sejahtera secara ekonomi. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, Muhammadiyah berharap gerakan ekonomi umat dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Pada ranah kebangsaan, Muhammadiyah mengambil posisi sebagai moral force. Muhammadiyah tidak selayaknya terjebak pada pragmatisme politik praktis, namun ikut memberi arah moral pada diskursus publik. Ketika korupsi menjadi masalah laten di Republik Indonesia, ketika eksploitasi sumber daya alam mengancam lingkungan, atau ketika ketimpangan/kesenjangan sosial meningkat, Muhammadiyah hadir sebagai signal  yang menyeru pada keadilan dan etika. Peran ini penting dalam sistem demokrasi modern karena negara membutuhkan masyarakat sipil yang berani memberikan kontrol dan kritik konstruktif.

BACA JUGA :  PMM UMM Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup Santri Panti Asuhan Salman

Tantangan ke depan semakin kompleks. Disrupsi teknologi, perubahan iklim, ketimpangan digital, dan ancaman intoleransi menjadi masalah yang tidak selesai hanya dengan semangat pembangunan fisik apalagi dalam waktu yang singkat. Karena itu, Muhammadiyah terus melakukan transformasi. Program One Muhammadiyah One Product, digitalisasi sekolah dan universitas, hingga penguatan riset dan inovasi sosial adalah contoh bagaimana organisasi ini merespons tantangan baru dengan pendekatan modern namun tidak meninggalkan nilai-nilai Islami yang terkandung di dalamnya. Perpaduan nilai-nilai dasar seperti kerja ikhlas, rasionalitas, dan keberpihakan pada kemanusiaan tetap menjadi pondasi utama dalam setiap pergerakan Ali Imran 104.

Di tengah dinamika bangsa yang berpotensi besar sering gaduh, Muhammadiyah menunjukkan bahwa kerja perubahan tidak selalu tampil di panggung-panggung besar. Banyak perubahan justru lahir dari ruang-ruang sederhana: kelas kecil di sekolah pelosok, diskusi komunitas tani buruh dan nelayan, ruang rawat inap di rumah sakit, rapat pengurus cabang, atau pelatihan UMKM bagi ibu rumah tangga. Dari ruang-ruang inilah kesejahteraan bangsa sebenarnya tumbuh, perlahan tapi pasti menuju masyarakat yang sebenar-benarnya. Membersamai Negara membangun Negeri tercinta dengan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar menuju negara yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Oleh: Yoga Hasdi Ariantoro, M.Pd

( Wakil Ketua Bidang Riset dan Teknologi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Lampung)

Artikel ini merupakan kiriman pembaca wartamu.id. (Terimakasih – Redaksi)