WARTAMU.ID, Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) menggelar kegiatan Literasi Keuangan Syariah dan Kesehatan untuk Perempuan dengan tema “Wakaf Produktif untuk Memperkuat Ekonomi dan Kesehatan Rumah Tangga”. Acara berlangsung di Aula Kantor PP Muhammadiyah Jakarta pada Kamis (28/8), dihadiri para tokoh, praktisi keuangan syariah, serta masyarakat umum.
Ketua MPW PP Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran perempuan dalam literasi keuangan syariah. Menurutnya, wakaf produktif bukan sekadar ibadah, tetapi juga strategi ekonomi umat yang mampu menopang ketahanan keluarga dan bangsa. “Wakaf produktif bukan hanya ibadah, tetapi juga strategi ekonomi umat yang dapat menopang ketahanan keluarga dan bangsa,” ujarnya. Ia berharap melalui kegiatan ini, perempuan semakin sadar dan terampil dalam mengelola keuangan berbasis syariah, memperkuat peran wakaf produktif, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga menuju masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.
Acara diawali dengan laporan Ketua Pelaksana sekaligus Sekretaris MPW PP Muhammadiyah, Mashuri Masyhuda, yang menyampaikan bahwa literasi keuangan syariah bagi perempuan perlu terus diperluas karena perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola perekonomian rumah tangga.
Selain sesi literasi keuangan, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dari RSIJ Pondok Kopi. Kegiatan ini dipadukan dengan beauty class bersama SR 12, yang menjadi simbol keseimbangan antara kesehatan, penampilan, dan ketahanan ekonomi keluarga. MPW PP Muhammadiyah menegaskan bahwa perempuan bukan hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga motor penggerak ekonomi umat yang berdaya dengan pemahaman keuangan syariah serta dukungan kesehatan yang baik.
Kegiatan literasi ini diharapkan menjadi langkah nyata Muhammadiyah dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai wakaf produktif, menguatkan peran perempuan dalam ekonomi berbasis syariah, sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi keluarga dan bangsa.












