WARTAMU.ID, Pringsewu — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Pringsewu terus mematangkan strategi penghimpunan serta penyaluran dana umat guna memperluas manfaat bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) yang digelar pada 7 Februari 2026 di SMP Muhammadiyah 1 Ambarawa.
RAKERDA ini menjadi momentum konsolidasi penting bagi LAZISMU Pringsewu dalam memperkuat tata kelola kelembagaan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan peran LAZISMU sebagai lembaga filantropi Islam mampu menjawab tantangan pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran Badan Pengurus LAZISMU Pringsewu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pringsewu, serta para pengelola Kantor Layanan (KL) yang tersebar di tingkat kecamatan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan keseriusan bersama dalam merumuskan langkah taktis untuk memperkuat peran LAZISMU di tengah masyarakat.
Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pringsewu, Mailan Bastari, S.Pd., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa hingga saat ini LAZISMU Pringsewu telah memiliki 13 Kantor Layanan yang tersebar di berbagai kecamatan. Jaringan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjangkau donatur maupun penerima manfaat hingga ke tingkat akar rumput.
“Keberadaan belasan kantor layanan ini bukan sekadar angka, melainkan representasi perpanjangan tangan lembaga untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Harapannya, soliditas kantor layanan ini mampu mengakselerasi program-program LAZISMU sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh lapisan masyarakat terbawah,” ujar Mailan.
Lebih lanjut, Mailan juga mendorong Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pringsewu untuk menginisiasi pembentukan Cabang Muhammadiyah beserta organ pendukungnya, termasuk LAZISMU, di kecamatan-kecamatan yang hingga kini belum memiliki struktur persyarikatan. Menurutnya, ekspansi struktural ini penting agar dakwah sosial dan pemberdayaan ekonomi umat dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu secara merata.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU Wilayah Lampung, Banun Amariyah, S.Ag., yang hadir mewakili LAZISMU Wilayah, menyoroti besarnya potensi ZIS di Kabupaten Pringsewu yang belum tergarap optimal. Ia menekankan pentingnya integrasi pengelolaan yang ditopang oleh sistem tata kelola yang solid dan profesional.
“Kabupaten Pringsewu memiliki potensi ZIS yang sangat besar. Untuk mengoptimalkannya, dibutuhkan pengelolaan yang terintegrasi, profesional, dan akuntabel. Profesionalisme bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi lembaga pengelola dana publik,” tegas Banun.
Ia juga menaruh perhatian khusus pada aspek administrasi dan transparansi keuangan. Menurutnya, ketertiban administrasi dan pencatatan keuangan merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada para donatur sekaligus wujud kepatuhan terhadap regulasi negara.
Dalam arahannya, Banun menegaskan bahwa LAZISMU tidak boleh berhenti pada aktivitas karitatif semata, tetapi harus mengedepankan visi pemberdayaan yang bersifat transformatif. “Tujuan utama zakat adalah mengangkat derajat mustahik agar suatu saat mampu berdaya dan bertransformasi menjadi muzakki,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PDM Pringsewu, H. Giarto, M.Pd.I., menegaskan pentingnya etos kerja proaktif bagi para amil LAZISMU. Ia menekankan bahwa pengelola LAZISMU harus memiliki semangat ‘jemput bola’ dalam menghimpun dana umat.
“LAZISMU kini telah tumbuh menjadi lembaga besar yang mendapat kepercayaan luas, tidak hanya dari warga Muhammadiyah, tetapi juga dari masyarakat umum. Kepercayaan ini adalah modal sosial yang sangat mahal dan harus dijaga dengan kinerja yang amanah dan profesional,” ujar H. Giarto.
Ia berharap RAKERDA ini menjadi titik tolak bagi LAZISMU Pringsewu untuk semakin kokoh secara kelembagaan, disiplin dalam sistem, serta konsisten menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat.












