DAERAH  

Perkuat Tata Kelola ZIS, LAZISMU Kota Metro Matangkan Peta Jalan Filantropi Islam

Melalui konsolidasi kelembagaan yang digelar di SMK Muhammadiyah 1 Metro ini, LAZISMU Kota Metro menegaskan kesiapannya menyongsong tantangan masa depan

WARTAMU.ID, Metro – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Metro terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan dana umat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penguatan kelembagaan dan penentuan arah kebijakan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang digelar secara khidmat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Metro, Jumat (31/1/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum evaluasi rutin, melainkan menjadi ruang strategis untuk merumuskan peta jalan filantropi Islam yang adaptif dan berkelanjutan di Kota Metro. Dalam konteks dinamika ekonomi umat yang semakin kompleks, LAZISMU Metro menegaskan pentingnya tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan.

Agenda strategis tersebut dihadiri secara lengkap oleh seluruh unsur penting dalam ekosistem filantropi Muhammadiyah di Kota Metro. Hadir jajaran pimpinan LAZISMU daerah, para Kepala Kantor Layanan (KL) LAZISMU se-Kota Metro, serta unsur Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah. Kehadiran lintas struktur persyarikatan ini menjadi penegasan bahwa pengelolaan zakat tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan orkestrasi gerak yang terpadu dari tingkat daerah hingga akar rumput.

Dalam sesi penyampaian laporan program kerja, Ketua LAZISMU Daerah Kota Metro, Bekti Setiadi, M.Pd., memaparkan capaian kinerja lembaga yang dipimpinnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan LAZISMU Metro selama ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat dengan Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah sebagai ujung tombak gerakan zakat di masyarakat.

“Struktur cabang dan ranting memiliki peran strategis dalam memetakan potensi muzakki dan mustahiq secara akurat. Oleh karena itu, program kami difokuskan pada optimalisasi penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah agar tepat sasaran serta memberikan multiplier effect bagi pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar bantuan karitatif sesaat,” tegas Bekti.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Wilayah Lampung, Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D., yang hadir memberikan keynote speech, menyoroti urgensi transformasi kelembagaan dalam tubuh lembaga zakat. Ia menegaskan bahwa LAZISMU harus berani berinovasi, baik dalam pemanfaatan teknologi penghimpunan ZIS maupun dalam penguatan sistem manajemen penyaluran.

BACA JUGA :  Rakerda Perdana 2026, Lazismu Lampung Timur Perkuat Konsolidasi Filantropi hingga Pelosok

“Di era digitalisasi, kepercayaan publik sangat ditentukan oleh kemudahan akses dan transparansi laporan. Namun inovasi tersebut harus tetap berada dalam koridor kepatuhan terhadap regulasi negara dan prinsip-prinsip syariah. Itu adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” ujar Prof. Syafrimen.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada LAZISMU Kota Metro yang dinilainya sebagai salah satu daerah paling progresif dan aktif di Provinsi Lampung. Menurutnya, capaian dan tata kelola yang dibangun LAZISMU Metro layak menjadi role model bagi LAZISMU daerah lain.

Dukungan terhadap penguatan gerakan zakat juga disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro. Mewakili Ketua PDM, Abdurrahim Hamdi, M.A., menekankan bahwa peran amil tidak berhenti pada fungsi administratif semata, melainkan juga sebagai agen penyadar umat.

Ia mendorong seluruh Kantor Layanan LAZISMU untuk lebih aktif melakukan strategi jemput bola serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. “Penghimpunan zakat adalah bagian integral dari dakwah sosial dan ekonomi umat. Amil harus mampu mengetuk hati umat agar menunaikan kewajiban hartanya melalui lembaga resmi, sehingga dampaknya lebih luas, terukur, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui konsolidasi kelembagaan yang digelar di SMK Muhammadiyah 1 Metro ini, LAZISMU Kota Metro menegaskan kesiapannya menyongsong tantangan masa depan. Dengan memperkuat sinergi internal, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, serta mendorong inovasi yang akuntabel, LAZISMU Metro bertekad menghadirkan program pemberdayaan yang solutif.

Tujuan akhirnya adalah mendorong transformasi mustahiq menjadi muzakki, sekaligus memastikan dana ZIS benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat di Bumi Sai Wawai.