DAERAH  

Wujud Syukur Menjadi Pengawas Pemilu Adalah Bekerja MaksimalDan OptimalSesuai Regulasi

Anggota Bawaslu Lampung (Imam Bukhori) Saat Memberikan Materi Kepada Jajaran Pengawas Pemilu Dikabupaten Way Kanan

WARTAMU.ID, Way Kanan (Lampung) – Meski jumlah jajaran pengawas Pemilu sangatlah minimalis dengan belbagai tugas pengawasan yang beragam, namun SDM Pengawas patut bersyukur karena tidak semua orang memiliki kesempatan  untuk menjadi penyelenggara Pemilu dalam hal pengawasan Pemilu. Jajaran Pengawas Pemilu saat ini sedikitnya memiliki fokus pengawasan terhadap 3 hal utama.Pertama pengawasan Penyelenggaraan Pemilu oleh Penyelenggara Pemilu (KPU dan jajarannya), kedua Peserta Pemilu, dan ketiga masyarakat.

Pekikan Merdeka setelah salam mengawali materi yang disampaikan anggota Bawaslu Lampung (Imam Bukhori) saat acara rapat fasilitasi dan pembinaan aparatur pengawas Pemilu Kecamatan sekabupaten Way Kanan di Almer Homestay Baradatu Way Kanan. Selasa, 23/5/2023.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10:00 Wib tersebut dilaksanakan oleh Bawaslu Way Kanan dengan peserta Ketua Panwaslu Kecamatan Beserta Kasek, dan satu orang staf SDM dimasing-masing Kecamatanyang ada di Kabupaten Way Kanan.

Peserta KegitanBawaslu Way Kanan Dari UnsurPanwaslu Kecamatan Sekabupaten Way Kanan

Imam Bukhori yang merupakan Anggota Bawaslu Lmapung Kordiv  SDMO  menyatakan bahwa Saya harus menyampaikan ini disemua forum jajaran pengawas Pemilu yaitu rasa syukur dan beruntungnya kita karena menjadi orang-orang terpilih yang bertugas dan mendedikasikan diri sebagai seorang Pengawas Pemilu.

“Ratusan ribu orang ingin seperti kita tapi belum berkesempatan, oleh sebab itu sebagai orang yang beruntung kita harus bersyukur dengan menjalankan tugas-tugas pengawasan dengan sebaik-baiknya”. Ujar Imam Bukhori.

Meskipun sudah berkali-kali, perihal  kebaikan dan kebenaran haruslah terus disampaikan suapaya tidak tersedia ruang-ruang bagi penjajah Demokrasi untuk merusak tatanan dari sistem Pemilu ini.

“Karena hoaxs dan ujaran kebencian  yang terus terjadi secara berulang-ulang,  nantinya bisa dianggap benar oleh sebagian masyarakat karena hal tersebut yang sering muncul dipermukaan atau informasi yang terus menerus diterima oleh masyarakat luas. Informasi yang sengaja diproduksi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyesatkan dan memecah belah persatuan kita sebagai anak bangsa karena akibat bedanya dalam hal pemilihan calon pemimpin dan ini sangat tidak sehat bagi Demokrasi kita”. Jelas Imam Bukhori.

Minimnya personil pengawas Pemilu disetiap tingkatan memaksa kerja-kerja pengawasan harus tetap maksimal dan  optimal. Hal tersebut hanya dapat dicapai apa bila kerja-kerja pengawasan dilakukan secara terorganisasi dan terkonsolidasi.

BACA JUGA :  Sura (Suara Rakyat) dan Sulu (Suara Pemilu), Maskot Pemilu Serentak Tahun 2024

Tidak boleh ada Egosentoral antar setiap jajaran pemilu, baik antar divisi yang ada maupun jajaran sekretariat (staf) dengan pimpinannya. Harus kerja saling bahu membahu agar proses pengawasan ini berjalan dengan baik sesuai regulasi perundang-undangan yang ada.

“Kita sebagai jajaran pengawas Pemilu harus Solid untuk Pemilu berintegritas danhaltersebut harus dimulai dari diri kita sendiri, siapa yang menanam ia yang akan memanen. Kalau Demokrasi tidak berintegritas akan lahir para pemimpin yang tidak berintegritas juga”. Tambah Imam Bukhori.

Jika nanti setelah Pemilu ini (2024) kita memiliki pemimpin-pemimpin yang memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan benar, kesejahteraan masyarakat kita meningkat,arah kemakmuran negeri ini semakin jelas, maka kita dapat  meyakini betul bahwa hal tersebut dapat terjadi salah satunya adalah dari peran Pengawas Pemilu. Melalui campur tangan kita agar Bangsa ini menjadi lebih baik merupakan kebanggaan sendiri dan juga bernilai pahala bagi kita, namun begitu pula sebaliknya.

Foto Peserta Dan Pemateri Acara Bawaslu Way Kanan

Jika jajaran Pengawas Pemilu Bekerja sesuai dengan Regulasi yang benar, walau minimnya personil pengawasan tentunya  tidak akan selalu menjadi hambatan agar tugas pengawasan ini berjalan dengan baik.

“Tan Hana Dharma Mangrwa, bahwa tidak ada kebenaran yang bermuka dua”. Tutup Imam Bukhori

Kalau tidak ditata hari ini dengan baik, tidak terkonsolidasi dengan baik, maka jajaran PengawasPemilu akan keteteran dikarenakan banyaknya tahapan yang beririsan. Sementara suksesi pengawasan harus ada disetiap tahapan Pemilu.