RAGAM  

Mahasiswa UMM Gelar Pengabdian Masyarakat Di Taman Baca Demi Terciptanya Generasi Anti-Bullying Menuju Indonesia Emas

Mahasiswa UMM Gelar Pengabdian Masyarakat Di Taman Baca Demi Terciptanya Generasi Anti-Bullying Menuju Indonesia Emas

WARTAMU.ID, Malang – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Kelompok 23 Gelombang 2 telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan setiap hari Minggu mulai dari 21 Januari – 11 Februari, berlokasi di Taman Baca RT 04/RW 05, Landungsari, serta bekerja sama dengan ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) setempat.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang . Mahasiswa PMM Kelompok 23 Gelombang 2 tidak hanya memberikan pengetahuan tentang bahaya bullying, tetapi juga berkolaborasi dengan masyarakat setempat, terutama melalui kegiatan di Taman Baca.

Taman Baca sebagai Pusat Fun Learning Anti-Bullying Bersama Ibu PKK

 Taman Baca di RT 04/RW 05, Landungsari, menjadi pusat kegiatan yang menarik perhatian warga sekitar. Mahasiswa PMM Kelompok 23 menyampaikan paparan tentang bullying dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan di tempat ini. Dibantu oleh ibu PKK setempat, mereka berhasil menciptakan atmosfer yang nyaman dan mendukung untuk diskusi terbuka. Keterlibatan ibu PKK membantu menciptakan komunitas yang kuat dan meningkatkan penerimaan dari masyarakat setempat. Ini juga memastikan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan nilai-nilai dan kebutuhan lokal.

Pendekatan yang diambil oleh mahasiswa PMM tidak hanya terfokus pada anak-anak yang berada di RT 04/RW 05, Landungsari, tetapi juga melibatkan orang tua mereka. Kegiatan fun learning tentang bullying kepada orang tua menjadi bagian integral dari upaya menciptakan kesadaran kolektif dalam masyarakat terkait dampak dan penanggulangan bullying.

Menyusuri Jejak Bullying dengan Pendekatan Interaktif

 Salah satu kegiatan utama di Taman Baca adalah sesi Fun Learning. Mahasiswa PMM menggunakan metode ini untuk memberikan pengetahuan yang menyeluruh tentang bullying kepada anak-anak. Sesi interaktif ini melibatkan berbagai permainan, diskusi, dan presentasi visual untuk memahamkan anak-anak tentang bahaya dan dampak dari tindakan bullying.

Foto: Fun Learning

Materi yang disampaikan tidak hanya mencakup definisi bullying, tetapi juga mengklasifikasikannya, mengeksplorasi faktor penyebab, dan membahas dampaknya baik bagi pelaku, korban, maupun keluarga dan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga bertujuan membentuk pola pikir positif di kalangan anak-anak terkait dengan konsep anti-bullying.

BACA JUGA :  UHAMKA, Terakreditasi Unggul dan Jadi Top 5 dari Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Kolaborasi dengan Ibu PKK mampu Menggugah Kesadaran Bersama

 Kolaborasi erat dengan ibu PKK setempat menjadi faktor kunci keberhasilan kegiatan ini. Dengan dukungan ibu PKK, mahasiswa PMM mampu menciptakan forum yang nyaman dan terbuka untuk berbicara tentang isu-isu sensitif seperti bullying. Kesadaran dan pemahaman yang dihasilkan dari kegiatan ini diharapkan dapat meresap lebih dalam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Landungsari.

Foto: Bekerja Sama Dengan Ibu Pkk

Ibu PKK juga aktif terlibat dalam penyampaian materi tentang bullying kepada masyarakat lingkungan RT 4/RW 5. Diskusi terbuka ini memberikan ruang bagi orang tua untuk berbagi pengalaman, meningkatkan pemahaman bersama, dan memperkuat dukungan sosial dalam melawan bullying.

Hilirisasi Hasil Penelitian UMM  yang Menghubungkan Teori dengan Aksi Nyata

 Kegiatan ini bukan hanya sekadar penyuluhan, tetapi juga merupakan implementasi konsep hilirisasi hasil penelitian UMM . Mahasiswa PMM Kelompok 23 Gelombang 2 berupaya mengaitkan temuan dan teori dari penelitian universitas dengan aksi nyata di masyarakat.

Hal tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi penelitian yang dilakukan di lingkungan akademis dan mendekatkan pemahaman masyarakat terkait isu bullying.

Dampak Positif dan Harapan ke Depan

 Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terbentuk generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya bullying. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan ibu PKK, diharapkan pesan anti-bullying dapat lebih efektif disampaikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan Indonesia Emas melalui pembentukan generasi yang kuat, berempati, dan bertanggung jawab. Harapan ke depannya, semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan melibatkan lebih banyak pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan positif anak-anak Indonesia. Mahasiswa PMM Kelompok 23 Gelombang 2 dari UMM telah memberikan kontribusi yang berarti dalam mewujudkan visi ini melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat mereka.