DAERAH  

MPI PP dan PWM Lampung Gelar Pelatihan Penulisan Sejarah Muhammadiyah

MPI PP dan PWM Lampung Gelar Pelatihan Penulisan Sejarah Muhammadiyah

Wartamu.id, Metro — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menggelar Pelatihan Penulisan Sejarah Muhammadiyah selama dua hari, Sabtu–Ahad, 13–14 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 3 Gedung E Universitas Muhammadiyah Metro.

Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri dari Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, yakni Ghifari Yuristiadhi, Ichsan Budi Prasetyo, dan Teguh Santosa. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong penguatan penulisan sejarah Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah sebagai bagian dari upaya pendokumentasian perjalanan Persyarikatan.

Dalam pemaparannya, Ghifari Yuristiadhi menegaskan pentingnya penulisan sejarah Muhammadiyah di tingkat lokal, khususnya pada level Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Lampung. Menurutnya, penulisan sejarah merupakan ikhtiar menjaga ingatan kolektif tentang proses berdiri dan berkembangnya Muhammadiyah beserta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan ‘Aisyiyah agar dapat menjadi bukti sejarah yang autentik dan berkelanjutan. Ia mencontohkan karya penulisan sejarah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Muhammadiyah di Kotagede yang ditulis oleh Mitsuo Nakamura sebagai referensi penting.

Sementara itu, pemateri Ichsan Budi Prasetyo menyampaikan bahwa sumber-sumber sejarah Muhammadiyah dapat digali dari berbagai kanal. Di antaranya melalui narasumber tokoh pelaku sejarah, manuskrip, arsip, serta artefak yang mendukung sejarah Muhammadiyah. Selain itu, lokasi-lokasi historis juga dapat dijadikan sumber penting sebagai latar belakang berdirinya dan berkembangnya Muhammadiyah di suatu wilayah.

Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya datang dari Bunda Nur, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Lampung. Ia menyambut baik pelatihan kepenulisan sejarah Muhammadiyah ini dan menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam upaya pendokumentasian sejarah Persyarikatan di Lampung. Dalam forum diskusi, Bunda Nur mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk penulisan sejarah Muhammadiyah di Lampung.

Ia juga mengungkapkan ketertarikannya pada fase awal masuknya Muhammadiyah ke Lampung yang menurutnya muncul secara kultural sejak tahun 1927. Menariknya, Muhammadiyah diduga masuk ke Lampung melalui jalur perairan, dengan titik awal di wilayah Menggala dan Labuhan Maringgai. Kajian tersebut, menurutnya, telah menjadi perhatian serius dan tengah dipersiapkan bersama tim peneliti.

BACA JUGA :  IMM Lampung Desak Parosil Mabsus Meminta Maaf Secara Tertulis

Ketua MPI PWM Lampung, Saad Shobari, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini pada dasarnya tidak memiliki target yang muluk-muluk. Ia berharap, melalui pelatihan ini, para peserta ke depan mampu mencatat sejarah Muhammadiyah di daerahnya masing-masing. Lebih dari itu, hasil penulisan tersebut diharapkan dapat dibukukan sehingga menjadi bagian dari khazanah histori Muhammadiyah di Lampung.

Melalui kegiatan ini, MPI PP Muhammadiyah dan MPI PWM Lampung berharap tumbuh kesadaran kolektif akan pentingnya penulisan sejarah sebagai bagian dari penguatan identitas, memori organisasi, serta kesinambungan gerakan Muhammadiyah dari masa ke masa. (Joko Riyanto)