Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Di Tengah Pengabdian, Muhammad Khoirul Huda Raih Gelar Doktor

Ilmu, Amanah, dan Pengabdian: Perjalanan Doktor Muhammad Khoirul Huda

WARTAMU.ID, JAKARTA – Gelar doktor tidak lahir dalam semalam. Di baliknya terdapat proses panjang yang menuntut ketekunan, disiplin, dan komitmen terhadap ilmu pengetahuan. Nilai-nilai tersebut tergambar dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang dijalani Muhammad Khoirul Huda, M.Pd., Selasa (28/7/2026), di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana UNJ.

Sidang promosi tersebut menjadi penanda keberhasilan akademik Muhammad Khoirul Huda sekaligus menghadirkan pesan bahwa pengabdian kepada bangsa, organisasi, dan dunia pendidikan dapat berjalan beriringan dengan pencapaian ilmiah. Hal itu tercermin dari kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang memberikan apresiasi secara langsung atas perjalanan akademik promovendus.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengawali dengan guyonan yang mengundang senyum hadirin.

“Doktor itu akronimnya ‘Mondok di Kantor’.” ujar Prof. Abdul Mu’ti

Di balik candaan tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa gelar doktor bukan hanya lahir dari kecerdasan intelektual, melainkan juga dari konsistensi belajar di tengah padatnya tanggung jawab dan berbagai amanah.

Menurutnya, Muhammad Khoirul Huda merupakan contoh bahwa kesibukan tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Sebagai Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ia tetap mampu menjaga komitmen akademiknya hingga berhasil menyelesaikan studi doktoral.

Abdul Mu’ti menilai keberhasilan tersebut lahir dari kemampuan mengelola waktu, menjaga integritas, serta menjadikan proses belajar sebagai bagian dari pengabdian. Kesungguhan itulah yang mengantarkan Muhammad Khoirul Huda menyelesaikan penelitian di tengah padatnya aktivitas profesional dan organisasi.

BACA JUGA :  Ikhwam MIM 1 Ujungpangkah Gelar Program "Manis Baik" untuk Meningkatkan Gizi Peserta Didik
Dari Ruang Pengabdian ke Mimbar Akademik

Dalam sidang tersebut, Muhammad Khoirul Huda mempertahankan disertasi berjudul “Development of an Inquiry Based Pancasila Education (Digital Citizenship) Learning Model Assisted by Flipbooks to Enhance Students’ Critical Thinking Skills”. Penelitian tersebut mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis inkuiri yang didukung media digital berupa flipbook untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Abdul Mu’ti mengapresiasi kualitas disertasi tersebut. Menurutnya, penelitian itu memiliki landasan teoritis yang kuat, relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21, serta menawarkan inovasi yang berpotensi memperkaya praktik pembelajaran Pendidikan Pancasila di Indonesia.

Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat diimplementasikan secara luas di berbagai satuan pendidikan sehingga mampu melahirkan generasi yang berpikir kritis sekaligus berkarakter Pancasila.

Menutup sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat kepada Muhammad Khoirul Huda.

“Selamat dan sukses kepada Dr. Muhammad Khoirul Huda, M.Pd. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat bagi agama, bangsa, negara, serta Persyarikatan Muhammadiyah.”

Tepuk tangan para guru besar, dosen, mahasiswa, keluarga, dan tamu undangan mengakhiri sidang promosi yang berlangsung khidmat. Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan akan mencapai makna tertinggi ketika diwujudkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Perjalanan Muhammad Khoirul Huda menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar upaya meraih gelar akademik, melainkan proses membangun kapasitas diri agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi bangsa, dunia pendidikan, dan kemajuan masyarakat.