RAGAM  

Berliterasi dengan Gembira, Inilah Kegiatan yang Ada di Taman Baca Desa Landungsari

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 16 Gelombang 8

WARTAMU.ID, Malang – Pentingnya literasi saat ini masih perlu untuk selalu dilakukan bahkan ditingkatkan karena dari kegiatan literasi, seseorang dapat semakin memperluas pengetahuannya.  Terutama untuk anak-anak merupakan usia yang tepat untuk dibiasakan untuk berkegiatan literasi. Dalam kesempatannya, melalui kegiatan pengabdian, salah satu kelompok mahasiswa berkesempatan untuk berkunjung ke tempat yang mempunyai banyak manfaat dalam kegiatan berliterasi ini.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat masih terus dijalankan setiap semesternya di Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa aktif di UMM seperti salah satu kelompok, yaitu kelompok 16 gelombang 8 yang beranggotakan Triami (202110040311222), Meivia Cantika Sesiana Putri (202110040311222), Naufal Afif Ramadhan (202110040311236), Muhammad Satria Putra Pratama (202110040311263), dan Ahmad Abdullah Gimnastiar (202110040311479) yang kelimanya berasal dari program studi Ilmu Komunikasi dengan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Hafid Adim Pradana, MA serta fasilitator, penguat, pemberdaya yaitu pihak Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DPPM) yang terus berupaya untuk selalu mengawal pengabdian kepada masyarakat di UMM.

Periode dari kegiatan PMM ini berjalan selama satu bulan, tepatnya dari tanggal 19 Januari hingga 19 Februari 2024. Para mahasiswa wajib terjun langsung kepada masyarakat. Kelompok 16 sendiri memilih Desa Landungsari yang berada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebagai tempat mereka untuk melaksanakan kegiatan PMM.

Pada hari Minggu tanggal 4 Februari 2024, kelompok 16 melaksanakan program kerja di salah satu RT yang ada di Desa Landungsari, tepatnya di Tirto Rahayu RT 4 RW 5. Di RT tersebut terdapat salah satu tempat yaitu Taman Baca. Taman Baca ini didirikan sejak tahun 2019 oleh salah satu warga yaitu Ibu Irma yang juga menjadi guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Landungsari. Saat kelompok 16 ke tempat tersebut, ibu-ibu di sana sangat baik dalam menerima mahasiswa PMM.

Program Taman Baca ini sangat diminati oleh anak-anak yang bertempat tinggal di sekitar Taman Baca bahkan ada juga yang datang dari RT yang berbeda. Usia mereka pun beragam, mulai dari usia TK sampai Sekolah Dasar (SD). Kegiatan di Taman Baca ini hanya dibuka saat hari Minggu saja dengan kegiatan dimulai dari jam 9 pagi WIB.

Kegiatan di Taman Baca sendiri tentunya anak-anak dapat membaca buku sesuai pilihan mereka yang tersedia di sana, lalu ada kegiatan mendongeng atau story telling yang biasanya dibacakan oleh pengelola Taman Baca dan bisa juga dibacakan oleh mahasiswa yang sedang PMM di Taman Baca tersebut. Lalu kegiatan lain di sana juga terdapat kegiatan menggambar. Taman Baca di Tirto Rahayu ini menjadi satu-satunya Taman Baca yang ada di sana, karena RT 4 merupakan salah satu RT terbesar di Tirto Rahayu.

“Karena memang RT kita menjadi salah satu yang besar, Taman Baca masih hanya ada di sini. Kedepannya kami juga sedang merencanakan sebuah kegiatan yang bisa diikuti oleh ibu-ibu di sini,” ucap Bu Susi yang juga menjadi pengelola Taman Baca.

Anak-Anak di Taman Baca sedang melakukan kegiatan menggambar

Saat tanggal 4 Februari 2024 tersebut, anak-anak di Taman Baca sedang melakukan kegiatan menggambar. Kegiatan menggambar ini dilaksanakan di pinggir sawah sehingga terkesan lebih menarik. Anak-anak di sana pun terlihat sangat tertarik dan senang dalam menggambar.

Setelah kegiatan menggambar, anak-anak menunjukkan hasil gambar mereka lalu dikumpulkan untuk diletakkan di Taman Baca, setelah itu mereka mendapatkan jajan yang telah disediakan. Anak-anak di sana juga sangat ramah dan menerima mahasiswa PMM dengan baik.

Adanya Taman Baca di Tirto Rahayu ini sangat menginspirasi kelompok 16 karena masih banyak tempat-tempat yang belum menyediakan sebuah wadah untuk para anak bisa meningkatkan kegiatan literasi mereka. Terutama saat ini, di usia anak-anak lah usia yang tepat untuk bisa membiasakan mereka untuk selalu membaca, walaupun hanya sekadar cerita dongeng.

Harapan kelompok 16, semoga tempat seperti Taman Baca di Tirto Rahayu ini bisa menginspirasi banyak orang dan semakin banyak juga yang mendirikan tempat seperti ini, karena pastinya akan sangat bermanfaat untuk anak-anak mengisi kegiatan mereka di hari libur sekolah, serta mereka dapat belajar sambil bermain di Minggu pagi dengan hadir di Taman Baca dan tentunya kegiatan juga didukung penuh oleh Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 16, Bapak Hafid Adim Pradana, MA serta beliau berharap penuh agar kegiatan Taman Baca ini bisa selalu berjalan dengan baik.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *