Haedar Nashir : Menjaga Ideologi Gerakan

  • Bagikan
Kajian Virtual "Merawat Ideologi Gerakan" (Prof. Dr. H. Haedar Nashir. M.Si)

WARTAMU.ID, Suara Pembaca – Nilai dasar itu merupakan salah satu yg fundamental dalam Muhammadiyah, maka Muhammadiyah menamakan dirinya Gerakan Islam, dimana Islam sebagai dasar Nilai.

Ketika Islam disebut sebagai Nilai Dasar, maka kita menjadikan sebagai Nilai gerakan Muhammadiyah. Menurut Tarjih Islam itu adalah Islam adalah apa yg diturunkan Allah, yg tercantum dalam Al-Quran, Sunnah Nabi yang makbullah, jadi inilah yang disebut gerakan Islam dan Sunnah.

Karakter gerakan khas kita adalah Al-Quran dan Sunnah disaring menjadi Yang Makbullah kalau dulu Shohihah. Cara memahami Al-quran menurut Tarjih Muhammadiyah dengan 4 pendekatan, yaitu:

  1. Pendekatan Bayani atau dari segi Nas, teks, dan bahasa itu dipahami dengan mendalam, meluas dan dikaitkan antara satu sama lain.
  2. Pendekatan Burhani.
    Memahami secara ilmi, pemahaman, penafsiran, dan dukungan dari ilmu-ilmu lain didalam memahamk ayat-ayat Al-Quran.
  3. Pendekatan Irfani.
    Yaitu Pendekatan Rasa harus tetap menyertai dakwah kita, yang tidak menggunakan aspek rasa ditakutkan dengan dakwah kita dan menyakiti orang, jangan sampai kita meninggalkan aspek rasa sehingga orang jadi anti pada dakwah kita pada akhirnya menjauh dari Muhammadiyah.

Sementara yang ada dalam Islam menurut Tarjih adalah ada 3 hal:
1. Perintah
2. Larangan dan
3. Petunjuk-petunjuk.

Jadi Islam bukan hanya perintah dan larangan, melainkan juga petunjuk dalam kehidupan kita. Maka dari itu untuk merawat ideolagi Gerakan Muhammadiyah maka Islam dalam pandang Muhammadiyah merupakan keniscayaan bagi Warga Muhammadiyah dan sudah seharusnya bagi warga Muhammadiyah untuk membaca Tarjih Muhammadiyah.

KEPRIBADIAN WARGA MUHAMMADIYAH

1. Beramal dan Berjuang untuk perdamaian dna perjuangan Islam.
2. Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah islmaiyah.
3. Warga Muhammadiyah harus lapanh dada dalam segala hal keadaan.
4. Keagamaan san kemasyarakatan. Muhammadiyaj bukan gerakan politik, janhan ikut arus ketika pemilu dll.
5. Mengindahkan segala hukum, undang-undang, falsafah negera yang sah.
6. Amar makruf nahi mungkir dalam segala manfaat dan menjadi contoh bagi yg lain.
7. Aktif dalam perkmebangan masyarakat dalam niat islah dan perdamaian.
8. Akrab dengan organisasi manapun dan menjaga kesatuan serta kepentingan.
9. Membantu pemerintah dan bekerjasama dengan lembaga lain dalam membangun masyarakat yg adil dan makmur.
10. Bersifat adil, kritis yang mendalam dengan adik dan bijaksana.
11. Negara pancasila Darul Ahdi Wasyahadah atau negara hasil konsensus atau kesepakatan yg sekali kita sepakat tidak boleh keluar dari kesepakatan tersebut. Dan Daarusyahadah maka pancasila harus diaplikasikan dalam kehidupan.

Maka bagi Muhammadiyah tidak ada ruang untuk membentuk negara lain di Indonesia sejak dulu dan sampai sekarang, itu bertentangan dalam prinsip Muhammadiyah.

Oleh : Muhammad Nasrulloh, S.Pd
Lambu Kibang, 26 Desember 2021

Artikel ini merupakan kiriman pembaca wartamu.id. (Terimakasih – Redaksi)

 767 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *