Lokakarya 7 dengan tema festival panen raya hasil belajar

  • Bagikan
Foto : Tangkapan Layar

FESTIVAL PANEN RAYA HASIL BELAJAR PADA PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT SEBAGAI AJANG PUBLIKASI DAN INSPIRASI UNTUK MEWUJUDKAN SEBUAH TRANSFORMASI.

Oleh : UMI MASRUROH, S.Pd (Pengajar Praktik (pendamping) Calon Guru Penggerak angkatan 1

Guru Kimia di SMAN 1 Tumijajar, kabupaten Tulang Bawang Barat

WARTAMU.ID – Festival panen raya hasil belajar merupakan tema dari Lokakarya 7 pada Pendidikan Guru Penggerak. Pendidikan Guru Penggerak yang diselengarakan oleh kemendikbudristek merupakan sebuah pendidikan bagi Guru yang berorientasi pada perubahan atau transformasi pendidikan.

Pada Lokakarya 7 ini, CGP harus membagikan berbagai aksi nyata dan program-program yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih 9 bulan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak. Hal tersebut dimaksudkan untuk melihat perubahan positif yang sudah dirasakan di sekolah CGP.

Perubahan positif di lingkungan belajar sekolah merupakan tanda keberhasilan dari program Pendidikan Guru Penggerak serta kerjasama berbagai pihak. Seorang CGP harus mampu membawa perubahan baik tidak hanya untuk dirinya dan kelasnya saja, tetapi juga harus berdampak bagi keseluruhan lingkungan belajar di sekolah yang tentu saja mencakup siswa, rekan sejawat, Kepala sekolah, komunitas praktisi, dan ekosistem belajar di sekolah.

Lokakarya 7 dengan tema festival panen raya hasil belajar merupakan Lokakarya penting dalam Pendidikan Guru Penggerak karena di acara inilah CGP diberi ruang untuk membuktikan bahwa dengan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak , mereka adalah orang-orang yang sudah memenuhi kompetensi pemimpin pembelajaran, karena mereka mampu menggerakkan sebuah ekosistem belajar di sekolah, dan mampu menyelenggarakan program-program yang benar-benar berdampak bagi murid.

Merdeka belajar bukan lagi sebuah wacana, tetapi mampu mereka implementasikan dan benar-benar menjadikan pendidikan bisa sesuai dengan hakikatnya, yaitu menuntun kodrat anak didik, baik kodrat alam maupun kodrat zaman. Pembelajaran yang memerdekakan menjadi keharusan agar siswa mampu mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

Pendidikan di sekolah yang hanya berorientasi pada pengetahuan dan nilai siswa menjadi tidak relevan, karena banyak aspek lain dalam diri siswa yang harus dimaksimalkan potensinya. Melalui Lokakarya 7 dengan tema festival panen raya hasil belajar ini, CGP memberikan sosialisasi tentang pentingnya paradigma yang harus dimiliki oleh semua guru.

Festival panen raya hasil belajar juga menjadi ajang bagi CGP untuk memberikan bukti komitmennya terhadap kualitas pembelajaran untuk siswa.

Hal utama yang menjadi tujuan dari Festival panen raya hasil belajar ini adalah untuk memberikan inspirasi dan publikasi kepada pengunjung yang berasal dari Kepala sekolah CGP, pengawas sekolah jenjang SD, SMP, SMA, komunitas praktisi, perwakilan dinas pendidikan, guru-guru dari jenjang TK sama SMA. Dengan demikian, semua dampak baik yang sudah dirasakan di sekolah CGP baik bagi siswa, rekan guru, kepala sekolah, komunitas praktisi, dan ekoisistem belajar dapat diketahui oleh kalangan yang lebih luas, sehingga diharapkan semakin banyak yang memahami dan menyadari hasil baik dari PGP ini.

Setelah menyaksikan berbagai paparan dan domumentasi berupa foto-foto dan video tentang budaya positif di sekolah dalam upaya pembentukan karakter pelajar pancasila, pembelajaran yang menyenangkan dan memerdekakan, membangun komitmen dengan orang tua, dan bermacam-macam program baik lainnya dari masing-masing CGP tentang program-program yang sudah dijalankan dan sudah mngetahui dampak baik serta perubahan positif di sekolah CGP, banyak pengunjung yang menjadi sangat antusias serta sangat mendukung program-program yang sudah dilaksanakan oleh CGP. Bebagai tanggapan positif dan harapan agar semua program baik dapat diimbaskan kepada Guru lain dan sekolah lain, sehingga perubahan pendidikan secara merata dapat dirasakan.

Banyaknya respon positif diharapkan mampu menjadi dukungan bagi CGP untuk terus secara konsisten melaksanakan dan mengembangkan program-program baiknya. Tentu saja, perjuangan masih sangat panjang karena untuk mewujudkan sebuah perubahan membutuhkan komitmen dan konsistensi yang tinggi dari semua pihak yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan.

Berbagai pihak yang mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan orientasi menyelenggarakan pendidikan yang terbaik untuk anak negeri adalah kunci penting terwujudnya sebuah transformamsi pendidikan yang akan melahirkan siswa-siswa dengan profil pelajar pancasila yang mampu membawa Indonesia sejajar dengan Negara-negara maju di dunia.

Perlu adanya kebijakan yang berpihak pada upaya-upaya penerapan program-program baik tersebut agar lebih dapat dimaksimalkan dan dikembangkan. Mari menjadi bagian dari actor perubahan, sekecil apapun peran kita. Salam perubahan, salam merdeka belajar.

 843 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Respon (4)

  1. Semoga program guru pengerak dapat terus menggerakkan roda pendidikan untuk lebih inspiratif dan konsisten. Tulisan berbobot dan daging semua. Terima kasih autor atas pencerahannya. Ada harapan pendidikan Indonesia berkemajuan secara merata.

  2. Selamat dan sukses untuk Kab. Tubaba dengan Program Pendidikan Guru Penggeraknya, semoga semakin maju dunia pendidikan di Kab. Tubaba disenua jenjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.