Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Muhammadiyah dan Kemenko PMK Selenggarakan Pelatihan Positif Bermedia Sosial untuk Gen Z

Koordinator Tim Kerja PP Muhammadiyah, M. Sofyan, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong menjadi bagian penting dalam proses tumbuhnya Gen Z.

WARTAMU.ID, Jakarta – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) seperti integritas, etos kerja, dan gotong royong, Muhammadiyah bekerja sama dengan Kemenko PMK menyelenggarakan Pelatihan Positif Bermedia Sosial untuk menjadikan Indonesia lebih baik pada tanggal 27-28 September 2024 di Jakarta. Kegiatan ini menyasar berbagai kalangan, terutama Generasi Z (Gen Z), sebagai harapan masa depan bangsa.

Koordinator Tim Kerja PP Muhammadiyah, M. Sofyan, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong menjadi bagian penting dalam proses tumbuhnya Gen Z. “Gen Z menjadi harapan kita semua dalam beberapa tahun ke depan, sehingga dalam kegiatan ini kita melibatkan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jabodetabek,” ujarnya.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Perwakilan Kemenko PMK, Saifullah Asad El Bihar, memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang dinilai memiliki kepekaan dan strategi yang tepat dengan menggandeng Gen Z dalam kampanye nilai kebaikan di media sosial. “Dengan menggandeng Gen Z sebagai digital native, diharapkan nilai-nilai kebaikan dan semangat untuk berubah menjadi lebih baik semakin masif di media sosial,” harapnya.

Senada dengan itu, salah satu narasumber pelatihan, Ika Yatri, menyampaikan bahwa kegiatan ini berbeda dari pelatihan sebelumnya karena fokusnya khusus pada kalangan Gen Z. “Pelatihan ini memiliki daya tarik khusus karena Gen Z memiliki karakter yang unik dan sudah tumbuh dengan internet. Karena mereka digital native, harapannya adalah media sosial kita dipenuhi nilai-nilai kebaikan daripada ujaran kebencian, apalagi berita-berita bohong,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pray For Semeru, LLHPB Aisyiyah Galang Dana

Kegiatan pelatihan ditutup dengan sebuah Content Challenge, di mana setiap peserta ditantang untuk membuat konten kreatif di akun media sosial mereka. Diharapkan, konten yang dihasilkan dapat menginspirasi Gen Z lainnya untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia lebih baik menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan pelatihan ini, Muhammadiyah dan Kemenko PMK berharap nilai-nilai positif dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan membawa perubahan yang signifikan dalam masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.