RAGAM  

Peran Sosialisasi dan Penerapan Cuci Tangan di SDN Merjosari 5 pada Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Peran Sosialisasi dan Penerapan Cuci Tangan di SDN Merjosari 5 pada Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

WARTAMU.ID, Malang – Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh  kelompok 64 gelombang 4 pada tanggal 19 Januari 2024. PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Anggota kelompok tersebut terdiri dari Ahmad Afwin Askari, Muhammad Shidqii Badubah, Nur Insani Kamilya, Uswatun, dan Bambang Sugyantoro yang berasal dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang serta dibimbing oleh Bapak Drs. Amir Syarifuddin, M.P. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Pentingnya kebiasaan cuci tangan tidak bisa dianggap remeh, terutama di lingkungan sekolah dasar dimana anak-anak rentan terhadap penyakit dan infeksi. Untuk mengatasi masalah ini, sosialisasi dan penerapan cuci tangan menjadi hal yang krusial. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melibatkan mahasiswa PMM dalam proses sosialisasi dan penerapan cuci tangan di SDN Merjosari 5.

Melalui program PMM, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, penerapan kegiatan cuci tangan di SDN Merjosari 5 oleh mahasiswa PMM menjadi sebuah langkah yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kebiasaan bersih di kalangan anak-anak sekolah dasar.

Sosialisasi cuci tangan oleh mahasiswa PMM dilakukan melalui berbagai metode yang kreatif dan interaktif. Misalnya, mereka menggunakan media visual seperti poster dan leaflet dengan gambar yang menarik untuk menarik perhatian anak-anak. Selain itu, kegiatan demonstrasi langsung tentang cara mencuci tangan yang benar juga dilakukan secara rutin di kelas-kelas. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pemahaman praktis, tetapi juga memberikan kesan yang kuat kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan.

Tidak hanya memberikan sosialisasi, mahasiswa PMM juga terlibat secara aktif dalam memastikan penerapan kebiasaan cuci tangan di SDN Merjosari 5. Mereka membantu sekolah dalam menyediakan fasilitas mencuci tangan yang memadai, seperti sabun, serta mengawasi kebersihan fasilitas tersebut.

Dampak dari sosialisasi dan penerapan cuci tangan di SDN Merjosari 5 oleh mahasiswa PMM sangat signifikan. Terlihat peningkatan kesadaran dan kebiasaan mencuci tangan di kalangan siswa, yang pada gilirannya mengurangi risiko penularan penyakit di lingkungan sekolah. Selain itu, keterlibatan mahasiswa PMM juga memberikan manfaat langsung bagi pengembangan karakter dan kemampuan kepemimpinan mereka.

Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasi program ini. Salah satunya adalah memastikan kontinuitas dan keberlanjutan kegiatan cuci tangan di SDN Merjosari 5 setelah masa PMM berakhir. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dan kerjasama yang kuat antara pihak sekolah, mahasiswa PMM, dan masyarakat setempat untuk menjaga kesinambungan program ini.

Secara keseluruhan, sosialisasi dan penerapan cuci tangan di SDN Merjosari 5 oleh mahasiswa PMM merupakan sebuah inisiatif yang sangat positif dalam meningkatkan kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah. Dengan melibatkan para mahasiswa sebagai agen perubahan, diharapkan upaya ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan dalam menjaga kesehatan anak-anak dan masyarakat secara keseluruhan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *