Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Dewan Pers Anugerahkan Wartawan Utama Khusus kepada Haedar Nashir, Tegaskan Peran Pers Mencerdaskan Bangsa

Dewan Pers Anugerahkan Wartawan Utama Khusus kepada Haedar Nashir, Tegaskan Peran Pers Mencerdaskan Bangsa

WARTAMU.ID, JAKARTA – Di tengah derasnya arus disinformasi dan apa yang disebut sebagai “polusi informasi” di era digital, integritas pers dan tradisi literasi kembali mendapat penegasan penting. Dewan Pers menganugerahkan penghargaan Wartawan Utama Khusus kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan konsistensinya dalam dunia pers, literasi, dan pemikiran kebangsaan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, dalam rangkaian peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (13/8/2026).

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Dalam sambutannya, Komaruddin Hidayat menyebut Haedar Nashir sebagai salah satu figur yang memiliki karakter khas dalam lanskap intelektual dan pers Indonesia. Kedalaman pemikiran, latar belakang akademik, serta konsistensinya dalam menulis dinilai merepresentasikan perpaduan antara intelektual, wartawan, dan budayawan.

Komaruddin bahkan menyandingkan kiprah Haedar Nashir dengan tokoh pers dan pemikir besar Indonesia, Buya Hamka, yang sepanjang perjalanan hidupnya menjadikan pers sebagai sarana pencerdasan masyarakat sekaligus instrumen pembangunan peradaban.
“Keterlibatan tokoh-tokoh berbobot seperti Haedar Nashir memberi arah dan pencerahan agar informasi yang beredar di masyarakat tetap berkualitas serta tepercaya,” ujar Komaruddin di hadapan pimpinan Muhammadiyah dan tokoh pers nasional.

Menurut Komaruddin, penghargaan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mengapresiasi aktivitas menulis, tetapi juga untuk menegaskan pentingnya kehadiran figur publik yang mampu menjaga kualitas informasi dan membangun tradisi intelektual di tengah perubahan ekosistem media.

Pers sebagai Penjaga Demokrasi

BACA JUGA :  SMA Muhi Yogyakarta Raih “Double Winner” Di Ajang Anugerah Pendidikan Berkemajuan 2022

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pers juga menekankan pentingnya penguatan tradisi tabayyun atau verifikasi serta tashih atau validasi dalam praktik jurnalistik.

Pers, kata Komaruddin, tidak semestinya dipandang hanya sebagai entitas bisnis atau lapangan pekerjaan. Lebih dari itu, pers memiliki tanggung jawab sosial sebagai salah satu penjaga demokrasi dan ruang publik.

Ia mengibaratkan pers yang kritis, independen, dan konstruktif seperti “tukang ronda” yang memberikan peringatan dini ketika terdapat persoalan yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat dan negara.

Dalam konteks tersebut, jurnalisme yang berkualitas memiliki peran penting untuk membantu masyarakat membedakan fakta dari informasi palsu, sekaligus mencegah penyebaran hoaks yang semakin mudah terjadi di tengah perkembangan teknologi digital.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika masyarakat menghadapi arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital. Kecepatan distribusi informasi, menurutnya, harus tetap diimbangi dengan ketelitian, verifikasi, dan tanggung jawab moral.

Haedar: Pers Bagian dari Ikhtiar Membangun Peradaban

Menerima penghargaan tersebut, Haedar Nashir menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pers. Ia menegaskan bahwa tradisi literasi dan pers bukanlah sesuatu yang baru bagi Muhammadiyah, melainkan telah menjadi bagian dari perjalanan persyarikatan selama lebih dari satu abad.

Tradisi tersebut antara lain tercermin melalui keberadaan Suara Muhammadiyah, yang menjadi salah satu media penting dalam perjalanan dakwah, pendidikan, dan penyebaran gagasan Muhammadiyah.

Bagi Haedar, aktivitas menulis dan keterlibatan dalam dunia media tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan jurnalistik, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk ikut mengawal arah kehidupan masyarakat dan bangsa.

Pers dan literasi, menurutnya, memiliki posisi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, berkeadaban, dan terbuka terhadap kemajuan.

Penghargaan Wartawan Utama Khusus tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi menulis, membaca, berdialog, dan menyebarkan gagasan yang berkualitas tetap memiliki tempat penting di tengah transformasi digital.

Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen insan pers dan pegiat literasi untuk menghadirkan informasi yang tidak hanya cepat dan menarik, tetapi juga benar, mencerahkan, mencerdaskan, serta memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

BACA JUGA :  Anggota Dewan Pers: Wartawan Harus Bekerja Sesuai Kode Etik

Dengan demikian, pers tidak berhenti sebagai penyampai informasi, tetapi terus menjalankan perannya sebagai bagian dari kekuatan intelektual yang ikut menjaga kualitas demokrasi dan membangun peradaban bangsa.