HUT ke 58: Pengusulan Pendiri KOKAM menjadi Pahlawan Nasional

HUT KOKAM Pemuda Muhammadiyah ke-58 Tahun

WARTAMU.ID, Jakarta, 2 Oktober 2023 – Pasca kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, negeri ini tidak terhindar dari berbagai tantangan dan masalah yang menghadang. Awal kemerdekaan, bangsa Indonesia harus berjuang keras untuk memukul mundur penjajah yang masih berusaha mempertahankan dominasinya. Bahkan hingga menjelang berakhirnya era Orde Lama, Indonesia menghadapi ancaman disintegrasi bangsa yang nyata. Pada tahun 1965, persatuan bangsa nampaknya retak, dan peristiwa Gestapu pada bulan September 1965 memuncakkan ketegangan yang melanda.

Melihat kondisi kebangsaan yang penuh ketegangan, seorang tokoh dengan kesetiaan dan pengorbanan yang luar biasa, Bapak Haji Letnan Kolonel Sudarsono Prodjokusumo, yang akrab disapa sebagai Pak Projo, mengusulkan berdirinya Komando Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Muhammadiyah (Kokam). Tepat pada tanggal 1 Oktober 1965, pukul 21.30, Kokam resmi terbentuk, dengan Pak Projo ditunjuk sebagai komandan pertamanya.

Sejak itu, Kokam hadir dengan penuh kecintaan kepada Indonesia, bangsa, dan negara, khususnya Muhammadiyah. Kontribusi Kokam dalam merawat persatuan, menjaga kebhinekaan, dan memupuk persaudaraan selalu dilakukan dengan ikhlas. Kokam menjadi pilar penting dalam menjaga kestabilan negara.

Hari ini, saat usia Kokam memasuki 58 tahun, prestasi dan dedikasi mereka dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak pernah luntur. Dalam rangka memperingati Milad Kokam ke-58 ini, Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah mengumumkan beberapa langkah penting:

  1. Mengusulkan Penghargaan untuk Pak Projo: PP Pemuda Muhammadiyah mengusulkan agar Bapak Haji Letnan Kolonel Sudarsono Prodjokusumo, yang telah memberikan kesetiaan dan pengorbanannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, diangkat sebagai pahlawan nasional Republik Indonesia. Langkah ini diambil sebagai penghormatan atas jasa besar beliau dalam perjalanan sejarah bangsa.
  2. Pembentukan Panitia Pengusulan Pahlawan Nasional: PP Pemuda Muhammadiyah akan segera membentuk sebuah panitia khusus yang bertugas untuk memastikan proses pengusulan dan pemberkasan pahlawan nasional ini memenuhi semua syarat dan ketentuan perundangan yang berlaku.
  3. Apresiasi Terhadap Dedikasi Kokam: PP Pemuda Muhammadiyah ingin menegaskan bahwa Kokam selalu tulus dan ikhlas dalam berkorban demi menjaga NKRI, menghormati konstitusi bangsa, dan menegakkan nilai Pancasila. Mereka juga senantiasa berperan dalam merawat persatuan dan kebhinekaan yang menjadi salah satu kekayaan bangsa ini.
  4. Mengedepankan Kekompakan dan Soliditas: Kokam selalu mengedepankan kekompakan, taat aturan organisasi, dan mengindahkan keputusan organisasi untuk mewujudkan soliditas gerakan yang kuat.

Dalam usia yang kian menua, PP Pemuda Muhammadiyah berharap bahwa Kokam akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Semoga langkah-langkah yang diambil ini dapat menjadi langkah awal menuju penghargaan yang setimpal atas pengabdian luar biasa Kokam dalam sejarah Indonesia. Terima kasih atas pengorbanan dan dedikasi Kokam yang telah memajukan bangsa ini. Semoga Indonesia terus bersatu dan berdiri kokoh di bawah panji-panji Pancasila.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *