WARTAMU.ID, Malang 2/9 – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya sukses menjalankan perkaderan pendukung bagi para kader komisariat dengan menggelar Madrasah Aktivis Profetik (MAP) 2025 pada 28–31 Agustus 2025. Kegiatan ini hadir dengan konsep khas “madrasah” yang lebih struktural dan edukatif, sehingga menambah nuansa baru dalam tradisi kaderisasi IMM.
Layaknya sebuah madrasah, susunan dalam kegiatan ini dirancang menyerupai struktur sekolah, yaitu Master of Training (MOT) berperan sebagai Kepala Madrasah, Vice MOT sebagai Wakil Kepala Madrasah, sementara Instruktur diposisikan sebagai Wali Kelas yang mendampingi peserta selama proses pembelajaran. Tidak hanya itu, peserta juga dibagi dalam dua kelas peminatan sesuai minat dan fokus gerakan, yakni Kelas Gerakan Advokasi Kebijakan Publik serta Kelas Gerakan Pemberdayaan Masyarakat.
Selama empat hari penuh, peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber akademisi dan praktisi. Materi yang disampaikan meliputi pengantar situasi sosial Indonesia, analisis problem masyarakat, strategi advokasi kebijakan publik, hingga konsep pemberdayaan masyarakat yang aplikatif. Setiap kelas peminatan diarahkan untuk memperdalam isu dan strategi gerakan yang relevan dengan kebutuhan sosial-politik saat ini.
Kepala Madrasah menjelaskan bahwa format Madrasah Aktivis Profetik tahun ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. “Dengan pembagian kelas peminatan, peserta tidak hanya menerima materi umum, tetapi juga diarahkan untuk fokus pada isu spesifik yang bisa menjadi ruang aktualisasi mereka di masyarakat,” ujarnya.
Peserta pun menyambut antusias konsep baru ini. Mereka merasa bahwa sistem madrasah memberi suasana pembelajaran yang lebih terarah dan mendalam. “Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tapi betul-betul seperti sekolah kader, ada kepala, wali kelas, hingga peminatan. Kami jadi merasa lebih dekat dengan materi dan sesama peserta,” ungkap salah satu peserta.
Diakhir kegiatan peserta diajak untuk konsolidasi Lembaga semi otonom PC IMM Malang Raya dan peneguhan komitmen kader IMM Malang Raya untuk terus melanjutkan gerakan profetik yang berbasis ilmu, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan konsep inovatif ini harapannya Madrasah Aktivis Profetik dapat menjadi laboratorium kader yang konsisten melahirkan aktivis profetik, visioner, dan berdedikasi untuk umat dan bangsa.












