Wartamu.id, Sumenep – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep mendapat sorotan dari Masyarakat Peduli Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3S). Organisasi tersebut secara resmi mengajukan pengaduan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia terkait dugaan ketidaksesuaian menu makanan dengan standar gizi nasional.
Pengaduan disampaikan langsung oleh Ketua MP3S, Sahnan, S.M., S.E., di Kantor BGN RI, Jakarta, pada Selasa (6/1/2026). Langkah ini diambil setelah MP3S melakukan pemantauan lapangan dan menemukan indikasi bahwa sejumlah menu yang dibagikan kepada penerima manfaat belum memenuhi kebutuhan gizi ideal.
Menurut Sahnan, MP3S tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga membawa contoh menu makanan yang selama ini diterima masyarakat sebagai bahan evaluasi pihak BGN. Dari pengamatan awal, ia menilai terdapat komposisi menu yang patut dipertanyakan dari sisi kandungan gizi.
“Yang kami soroti bukan sekadar ada atau tidaknya makanan, tetapi apakah makanan tersebut benar-benar memenuhi standar gizi nasional. Dari contoh menu yang kami bawa, terdapat indikasi ketidaksesuaian yang perlu dikaji secara serius,” ujar Sahnan.
Ia menegaskan, Program Makanan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis nasional yang menyangkut kesehatan publik, khususnya anak-anak, pelajar, dan kelompok rentan. Oleh karena itu, kualitas menu tidak boleh diperlakukan sebagai formalitas semata.
“Program ini menyangkut masa depan generasi. Standar protein, vitamin, serat, serta kecukupan energi harus benar-benar diperhitungkan. Jika tidak sesuai, tujuan program bisa meleset,” tegasnya.
MP3S berharap Badan Gizi Nasional dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sumenep, sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
“Negara sudah menyiapkan program yang baik. Tinggal bagaimana pelaksanaannya di daerah diawasi secara ketat agar tidak menyimpang dari tujuan awal,” pungkas Sahnan.
Pengaduan MP3S ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis, tidak hanya di Sumenep, tetapi juga di daerah lain, sehingga kebijakan nasional tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat.












