Muhammadiyah Salaf, Muhammadiyah Khalaf, Muhammadiyah Khittah DAN Muhammadiyah Konpemporer

Ilustrasi Dok Foto Istimewa

WARTAMU.ID, Humaniora – Kader Muhammadiyah kini memiliki banyak corak sebagai warga Muhammadiyah yang aktif di persyarikatan dengan segala kegiatan nya yang itu tergantung pada ketertarikan sosok tokoh Muhammadiyah dari ketua umumnya balik generasi awal hingga sampai saat ini dan terus kelak ke depannya. Potret Muhammadiyah dari masa ke masa sedikit mengalami perubahan dan perbedaan baik secara dinamika, penampilan, minsdet dan pendapat personalnya. Muhammadiyah kini menjadi organisasi yang dapat menerima berbagai kalangan baik sesama muslim maupun dengan non muslim lainnya. Model Muhammadiyah terkadang dapat dinilai dari setiap ketua umum atau imam Muhammadiyah secara personal ketimbang secara organisasi atau ideologi khittah nya. Sebab, semua kader Muhammadiyah memiliki ragam corak ideologi Politik, ideologi negara dan ideologi prinsipnya sekalipun menerima ideologi Muhammadiyah pula. Kecenderungan bermuhammadiyah bisa lebih banyak porsi sesuai selera keinginan individual ketimbang berdasarkan pada pedoman organisasi yang ini bisa terjadi di wilayah, daerah dan cabang biasanya.

Ada yang bermuhammadiyah selalu berpegangan pada pandangan generasi awal, ada pula yang bermuhammadiyah selalu berpegangan pada pandangan generasi baru, ada pula yang tetap selalu berpandangan pada generasi yang mempertahankan garis perjuangan, dan ada pula yang bermuhammadiyah selalu berpandangan pada situasi kekinian yang sedang dihadapi. Corak dsn ragam Kader Muhammadiyah tergantung pada cara memilih lingkungan berpikir di Muhammadiyah walaupun telah melalui jalan pengkaderan baik melalui Darul arqam, bairul arqam, jalur ortom maupun lainnya. Bahkan setiap kali pergantian pimpinan dalam musyawarah selalu terjadi polemik dan dinamika yang arah bermuhammadiyah nya lebih mendekati cara politis layaknya Kader partai politik yang merebutkan kursi pimpinan atau kurus kekuasaan. Muhammadiyah hari ini bisa jadi lebih unggul berkemajuan daripada era pendahulu, tetapi juga bisa menjadi jauh lebih jumud terbelakang daripada generasi para pendahulu Muhammadiyah itu sendiri. Semua akan mencari jalannya masing-masing dengan cara pembenaran dan merasa paling eksis sebagai kader Muhammadiyah untuk dapat mempengaruhi segalanya.

Muhammadiyah Salaf, Muhammadiyah Khalaf, Muhammadiyah Khittah, dan Muhammadiyah Kontemporer merupakan suatu istilah penamaan pada kader Muhammadiyah yang memiliki corak pemikiran di internal Muhammadiyah yang semakin beragam di usia menuju abad keduanya. Muhammadiyah Salaf maksudnya adalah para kader Muhammadiyah yang selalu ingin pada nuansa generasi awal Muhammadiyah era ketua umum pertama Kiyai Ahmad Dahlan yang sangat bernuansa dakwah Islamiyah di tengah ideologi negara dan keagamaan yang sangat tradisional klasik dan konvensional. Muhammadiyah Khalaf adalah kader Muhammadiyah modern pertengahan yang telah memiliki perubahan cara pandang dari generasi kader sebelumnya dikarenakan pengaruh dinamika yang ada. Muhammadiyah Khittah adalah kader Muhammadiyah yang selalu ingin kembali lada garis perjuangan Muhammadiyah baik pada himpunan putusan tarjih, matan keyakinan Muhammadiyah, kepribadian Muhammadiyah, pedoman hidup islami warga Muhammadiyah, ideologi Muhammadiyah, dan lainnya yang artinya kembalikan pada khittah nya. Muhammadiyah Kontemporer adalah kader Muhammadiyah yang selalu berasa situasi trend kekinian di setiap era dan zamannya yang telah dipengaruhi oleh bahasa kekinian yang istilah baru bermunculan. 4 corak kader Muhammadiyah ini bisa saling mempengaruhi dan bisa pula saling berkombinasi atau bahkan pula bisa saling bertolak belakang pula. 4 corak kader Muhammadiyah secara internal ini bisa bersifat mono mutlak di salah satunya atau juga bersifat multi baik secara dua, tiga bahkan keempatnya sekaligus yang mahir mengkondisikan diri dalam bermuhammadiyah. Pada intinya setiap kader Muhammadiyah memiliki perbedaan corak minsert berpikir dalam bermuhammadiyah di tempat nya masing-masing dengan dinamika nya sendiri.

BACA JUGA :  Menolong AUM Dhuafa

Apapun itu, memang organisasi islam Muhammadiyah akan terus mengalami perubahan atau pun mengalami dinamika yang panjang ke depannya. Kader Muhammadiyah salaf, kader Muhammadiyah khalaf, kader Muhammadiyah Khittah dan kader Muhammadiyah Kontemporer umumnya secara personal-individualistik berjalan sendiri-sendiri dengan cara kemampuan memahami situasi lingkungan Muhammadiyah yang terjadi di tempat nya. Walaupun secara organisatoris harus bisa berjamaah dan jamiyyah untuk dapat menjalankan roda persyarikatan. Corak kader Muhammadiyah baik salaf, khalaf, khittah dan Kontemporer tidak terikat pada usia atau umur, melainkan pada pola pikir, mindset, paradigma, rujukan tokoh Muhammadiyah nya dan ideologi Kecenderungan nya. Sehingga tidak datang begitu saja melainkan lingkungan circle bermuhammadiyah yang didapatkan dalam kehidupan nyata. Memang bermuhammadiyah terkadang bukan soal siapa pimpinan struktural, berpandangan berapa kali pengkaderan, kontribusi besar atau pun bentuk lainnya. Melainkan semua harus mampu menghidupkan Muhammadiyah meskipun sebagainya sambil mencari kehidupan di Muhammadiyah.

Di mana pun posisi coraknya sebagai kader Muhammadiyah baik dalam barisan Muhammadiyah Salaf, Muhammadiyah Khalaf, Muhammadiyah Khittah dan Muhammadiyah Kontemporer tetap lah berusaha dalam satu barisan jamaah Muhammadiyah yang ecara internal tetap mampu bekerja sama, bekerja bersama, bersama-sama kerja, dan sama-sama mengajarkan tugas amanah nya di manapun posisi keanggotaan nya. Karena pada dasarnya yang dicari adalah ridho Allah dengan terus belajar dan mengabdikan diri untuk Muhammadiyah. Dengan demikian biar Allah lah yang memberikan balasan kebaikan dengan semua pengorbanan dan pengabdian yang telah dijalani bersama persyarikatan Muhammadiyah di seluruh kondisi apapun dan dimanapun itu.

Oleh : As’ad Bukhari, S.Sos., MA
(Kader Kokam Diklatsar Sleman-DIY)