Sejarah Kalender & Tanggal Hijriah Plus Nama Bulan, Berikut Penjelasannya

  • Bagikan
Ilustrasi : Károly Váltó dari Pixabay

WARTAMU.ID – Apakah sahabat warta sudah tahu tanggal dan urutan nama bulan dalam Hijriah? Jika belum, yuk simak penjelasan tentang kalender, tanggal, dan urutan nama bulan Hijriah di bawah ini.

Secara umum, kalender Masehi lebih dikenal dibandingkan dengan penanggalan kalender Hijriah. Sebab, kalender Masehi lazim dipakai dalam penanggalan sehari-hari, dikutip dari detik.com

Sejarah Kalender dan Tanggal Hijriah

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengungkapkan sejarah pembuatan kalender atau penanggalan Hijriah.

Melalui tulisan di laman blog pribadinya, Thomas mengulas terkait sejarah kalender Hijriah, bagaimana astronomi memberi solusi penyatuan ummat, hingga upaya mewujudkan kalender Islam tunggal.

Awal mula penanggalan Hijriah ditetapkan yakni pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, 17 tahun setelah hijrahnya Rasulullah SAW. Pembuatan kalender hijriah ini dilandasi setelah ditemukannya kesulitan mengidentifikasikan dokumen yang tak bertahun.

Kemudian hijrah Rasulullah SAW akhirnya sepakat dipilih dari sekian usulan alternatif acuan tahun Islam, karena saat itulah titik awal membangun masyarakat Islami.

Terhitung dari peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari kota Mekkah ke Madinah itu sampai saat ini kalender Hijriah sudah memasuki tahun ke 1443.

Tahun baru Islam atau 1 Muharram 1443 Hijriah baru saja dilewati pada tanggal 9 Agustus 2021.

Perbedaan Tanggal Hijriah dengan Masehi

Thomas Djamaluddin, dalam bukunya bertajuk ‘Bertanya Kepada Alam’, juga menjelaskan untuk penanggalan tahun Hijriah, penentuan kalendernya berdasarkan bulan atau qamariah.

“Satu bulan adalah jangka waktu sejak penampakan bulan purnama hingga bulan purnama berikutnya, atau lebih tepatnya sejak kemunculan bulan sabit pertama hingga bulan sabit pertama berikutnya. Bulan sabit yang pertama kali terlihat disebut juga bulan baru atau tanggal 1,” kata Djamaluddin.

Bulan setengah lingkaran menunjukkan malam ketujuh. Bulan purnama disebut juga bulan tanggal 14, karena terjadi pada hari ke-14 sejak kemunculan bulan sabit pertama.

Menurut Djamaluddin, dalam kalender qamariyah, jumlah hari 29 atau 30 tetap berlaku. Jadi, dalam satu tahun tetap terdiri dari 12 bulan. Sedangkan dalam kalender Syamsiah atau Masehi, jumlah hari kadang-kadang 28, 29, 30, atau 31 hari.

Karena rata-rata bulan qamariah terdiri dari 29,3 hari, satu tahun hanya terdiri dari 354,36 hari. Ini berarti, satu tahun qamariah lebih pendek dari 11 hari daripada tahun Syamsiah (matahari) atau tahun Masehi.

Perbedaan tersebut muncul karena penentuan bulan di kalender syamsiah tidak mengikuti peredaran bulan. Kalender syamsiah hanya menghitung jumlah hari dalam setahun, kemudian membaginya menjadi 12 bulan.

Nama Bulan Hijriah

Berikut ini urutan 12 bulan dalam Hijriah:

  1. Muharram
  2. Safar
  3. Robi’ul Awal
  4. Robi’ul Akhir
  5. Jumadil Awal
  6. Jumadil Akhir
  7. Rajab
  8. Sya’ban
  9. Ramadhan
  10. Syawal
  11. Dzulqa’dah
  12. Dzulhijjah.

Itulah sejarah kalender dan tanggal Hijriah lengkap dengan urutan nama bulan yang harus sahabat warta ketahui. Selamat belajar!

 593 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.