WARTAMU.ID, Banyuwangi – Desa Kemiren, yang terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, merupakan wilayah dengan kondisi geografis yang beragam dan kaya akan sumber daya alam. Dengan luas Desa Kemiren 177.052 m persegi terdiri dari dua dusun yaitu Kedaleman (Kemiren Timur) dan Krajan (Kemiren Barat). Wilayah Kemiren Timur terbagi menjadi 4 Rukun Warga (RW) dan 15 Rukun Tetangga (RT). Wilayah Kemiren Barat terdiri dari 3 RW dan 13 RT. Desa Kemiren berbatasan dengan Desa Jambesari di sebelah utara, Desa Olehsari sebelah selatan, Desa Banjarsari sebelah timur, dan Desa Tamansuruh di sebelah barat. Desa Kemiren merupakan wilayah terbuka. Infrastruktur jalan yang menghubungkan Desa Kemiren dengan pusat pemerintahan Kabupaten Banyuwangi cukup baik.
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebagai sarana bagi mahasiswanya untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan bangsa di desa kemiren. PMM berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dan meningkatkan kepekaan sosial mereka. Melalui program ini, mahasiswa UMM dapat menerapkan hasil-hasil penelitian universitas ke dalam bentuk kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, UMM berharap dapat memberikan dampak positif yang nyata terhadap masyarakat desa kemiren melalui keterlibatan aktif para mahasiswanya.
Di era digital yang semakin berkembang, remaja di pedesaan pun tak luput dari pengaruh teknologi. Menanggapi hal ini, sebuah workshop inovatif bertajuk “Warung Kopi Digital” digelar di Desa Kemiren. Acara ini bertujuan untuk mengedukasi para remaja tentang risiko pinjaman online dan judi online melalui diskusi santai yang interaktif.
Program ini diinisiasi oleh mahasiswa PMM sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan literasi digital. Dengan format yang santai dan akrab, workshop ini berhasil menarik minat puluhan remaja desa untuk hadir dan berpartisipasi aktif. Beberapa topik utama yang dibahas dalam workshop ini meliputi pengenalan tentang pinjaman online dan cara kerjanya, risiko dan bahaya tersembunyi di balik kemudahan pinjaman online, tips mengenali pinjaman online legal dan ilegal, fenomena judi online dan dampaknya terhadap remaja, strategi menghindari jeratan judi online, dan alternatif kegiatan positif untuk mengisi waktu luang.
Narasumber yang hadir dalam acara ini adalah Wahyu Ramadhani. Beliau memaparkan materi dengan bahasa yang mudah dipahami dan diselingi dengan contoh-contoh kasus nyata yang terjadi di masyarakat. Salah satu peserta, David Handrian, mengungkapkan, “Saya baru tahu kalau pinjaman online bisa sangat berbahaya jika tidak hati-hati. Sekarang saya lebih waspada dan bisa memberi tahu teman-teman saya juga.” Acara ini juga menghadirkan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para remaja dapat mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mereka terkait penggunaan teknologi dan media sosial.
Kepala Desa Kemiren, Mohamad Arifin, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mengapresiasi adanya program edukasi seperti ini. Remaja adalah aset desa yang perlu kita lindungi dari bahaya dunia digital,” ujarnya. Di akhir acara, para peserta diajak untuk membuat komitmen bersama untuk menggunakan teknologi secara bijak dan menghindari terjebak dalam pinjaman atau judi online. Dengan adanya “Warung Kopi Digital” ini, diharapkan para remaja Desa Kemiren dapat menjadi lebih cerdas dan bijak dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya terkait pinjaman online dan judi online.












