Awas ! Modus Penipuan Online

Penipuan Arisan Online

WARTAMU.ID, Bima (NTB) – Simalakama ingin menabung uang Arisan Online malah bagaikan api jauh dari panggangnya, itu pepatah yang sering diungkap Oleh salah satu TKW asal Desa Roka ini yang menjadi Korban penipuan Arisan Online Sumiyati.

Berharap untung, berakhir buntung. Para korban penipuan arisan online kini hanya bisa meratapi nasib. Uang belasan juta hingga puluhan juta Rupiah yang diinvestasikan masing-masing korban dalam arisan online kini tak jelas rimbanya itu.

Samiyati salah satu korban, mengatakan dirinya telah menginvestasikan uangnya sebanyak juta’an rupiah untuk mengikuti arisan online. “Karena tergiur, total akan keluar Rp 50 juta saya ikut arisan online,” kata sumiyati saat di hubungi Wartamu.id., melalui TLP via . Senin,25 Oktober 2021.

Uang itu dia setorkan di bendahara yang bernamanya Lina Desember alias Lina asal kelahiran Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima kini telah tinggal di kelurahan Jati Wangi Kota Bima yang diduga sebagai inisiator atau bendahara pemilik arisan online ini.

Sumiyati menyampaikan banyak korban yang lain yang satu anggota group messenger arisan, sudah banyak yang ketipu oleh Arisan yang dilakukan oleh yang bernama akun facebooknya Lina Desember.

Peristiwa tersebut terjadi pada Januari 2020. Sumiyati beserta anggota yang mengenal Lina Desember langsung tergiur dengan ajakan untuk ikut arisan online. “Menurut saya (orangnya) baik, saya sedikitpun tidak curiga sama sekali,” katanya.

Sumiyati mengatakan bahwa anggotanya masih ada uang yang belum diberikan oleh Lina Desember “, ada yang Rp 10 Juta kemudian ada yang Rp 16 Juta kemudian ada yang Rp 19 Juta dan masih ada anggota yang lain yang menjadi korban arisan Lina Desember yang belum di keluhkan oleh Sumiyati.

Mereka mengalami kerugian hampir mencapai ratusan juta. Uang sejumlah itu bukan seluruhnya milik dia. “Uang saya pribadi itu sekitar Rp 19 jutaan sedangkan sisanya milik member Ada sekitar 6 orang,” kata Sumiyati

Para member tersebut, menyetor uang beragam nilainya, Sumiyati menyampaikan dia masuk ganti nama orang yang ke empat kali arisannya yang sudah berjalan dan tidak memasukan yang arisan awal tiga kali dikarena ganti nama orang yang sudah keluar dari anggota arisan dan tiga kali tidak masukan arisan terakhir “,jadi 50 juta di kurang 6 kali tidak setoran uang dan setoran Rp 2. Juta setengah dan yang harus di potong 15 juta dan yang harus diterima sisa uangnya 35 juta. Sumiyati mengaku bahwa uang diterimanya terakhir bulan september tanggal 27 sampai detik ini sudah lewat 1 bulan sampai sekarang.

“Lina Desember hanya bayar arisan dirinya sendiri sama ibunya dan kakaknya masing-masing Rp 7 Juta setengah dan Sumiyati hanya mendapatkan uang arisan hasil setoran anggota di group totalnya dapat Rp 16 Juta dan sisanya uang 19 Juta bendahara lepas tangan”, katanya.

“Sudah di sampaikan awal oleh Sumiyati ke bendahara yang bernama Lina Desember bahwa saya tidak masukan 6 kali dan langsung di potong saja dan harus diterima oleh saya Rp 35 Juta dan nyatanya saya menerima hanya Rp 16 juta rupiah dan tidak direspon dan akhirnya anggota group arisan ikut mengamuk kepada bendahara tersebut”,. Terangnya Sumiyati

Sumiyati beserta anggota yang lain merasa dirugikan Dan akhirnya berantem melalui telpon . Lina Desember langsung memblokir groupnya dan anggota arisan dan tidak bisa menghubunginya lagi karena tidak memiliki kontak

“Saya berbicara melalui Wartamu.id. supaya tidak ada lagi korban yang selanjutnya dengan menjanjikan arisan yang bernilai puluhan juta, tapi nyatanya itu adalah sebagi penarik perhatian orang supaya minat arisan yang ditawarkannya”,. Tegasnya sumiyati.

“Hati hati Dengan Penipuan Online”. (Fen)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *